SMI Ungkap Alasannya Pergi

SMI Ungkap Alasannya Pergi
SMI Ungkap Alasannya Pergi
"Dampaknya tentu ada secara personal, paling jauh dipecat. Itu bisa kita rasakan di hati kita. Di masa reformasi seperti sekarang ini, harus membangun institusi yang baik dengan karakter yang kita percayai. Kalau institusi sudah terlalu bergantung hanya pada satu orang, itu tidak baik, justru merusak," tegasnya.

Sri Mulyani juga mengatakan, di masa-masa awal menjadi Menteri Keuangan, banyak sistem yang harus diperbaikinya untuk membangun institusi yang baik. Hal tersebut mendapat tantangan yang tidak mudah. "Namun saya terus optimis memberi support pada anak buah. Saya terbuka pada media massa, para pakar, presiden, wapres dan publik. Selagi masih di jalurnya, maka anak buah harus diberikan ketenangan bekerja," katanya.

Namun ternyata, kata Sri Mulyani, ada banyak kalangan juga yang merasa terusik dengan reformasi birokrasi dan institusi yang sedang dibangunnya. "Misalnya ada yang ditangkap Bea Cukai, tiba-tiba Mr X telpon. Ini bukan telpon sekedar ngajak minum kopi. Tapi bertanya tentang penangkapan, minta dibebaskan. Kita ikuti ketentuan dan saya jawab, kalau mau lepas ya bayar dendanya," kata Sri mencontohkan kasus yang dihadapinya.

Setelah sering kali tidak ada kompromi dengan sistem institusi yang selama ini dinilainya salah, Sri Mulyani mengaku kadang terkejut dengan temuan yang diketahuinya saat menjadi menteri. "Ternyata awalnya ikan teri, jadi ikan mas, ikan paus lama-lama jadi hiu. Wah menteri-nya tentu jadi terkejut ternyata gede juga ya. Mereka-mereka juga melihat, ternyata Menterinya konsisten," kata Sri Mulyani.

JAKARTA- Sri Mulyani Indrawati (SMI) mempertegas pernyataan soal kepergiannya dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II  karena menjadi korban

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News