Soal Donggi-Senoro, 70-30 Dinilai Tepat

Soal Donggi-Senoro, 70-30 Dinilai Tepat
Soal Donggi-Senoro, 70-30 Dinilai Tepat
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Hatta Radjasa, menilai bahwa untuk alokasi produksi gas Donggi-Senoro, skenario yang paling tepat adalah 70 persen untuk ekspor dan 30 persen domestik. "Skenario 70-30 ini sudah tepat. Nanti di daerah bisa untuk mengembangkan pabrik pupuk," kata Hatta kepada wartawan, Jumat (21/5), di kantor Menko Ekonomi.

Memang hingga saat ini, diakui pembahasan dari Menteri ESDM, Menko Ekonomi bersama dengan Wakil Presiden sendiri, masih belum sampai putusan final. "Namun tentu akan diputuskan segera. Karena rapat kemarin mengatakan, skenario yang ada juga melihat gas balanced secara nasional," kata Hatta.

Ditegaskan kembali oleh Hatta, persoalan menentukan porsi alokasi gas Donggi-Senoro memang memerlukan banyak penilaian. Keputusan yang nantinya diputuskan diharapkan adalah keputusan terbaik. Dalam arti, bukan hanya untuk alokasi gas dalam negeri, namun juga untuk alokasi gas ekspor sesuai dengan kontrak yang telah disepakati sebelumnya.

"Persoalan di negara bukan karena tidak ada gas. Hanya masalah tidak ada infrastruktur. Infrastruktur kita tidak memungkinkan untuk menarik suplai gas. Namun nanti, akan ada over supply dengan beroperasinya Blok Mahakam. Gas kita pasti akan ada. Karena itu, skenario 70-30 ini sudah tepat," jelas Hatta lagi.

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Hatta Radjasa, menilai bahwa untuk alokasi produksi gas Donggi-Senoro, skenario yang paling

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News