Soal Konflik Wadas, Muzani Gerindra Merespons, Pakai Frasa Dobel Kesabaran

Soal Konflik Wadas, Muzani Gerindra Merespons, Pakai Frasa Dobel Kesabaran
Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani. Foto: Ricardo/JPNN.com

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut kegiatan pengukuran lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah tetap dilanjutkan.

"Tetap dilanjutkan dengan pendampingan pengamanan yang terukur melalui pendekatan yang persuasif dan dialogis," kata Mahfud dalam keterangan persnya, Rabu (9/2).

Diketahui, BPN mengukur lahan di Desa Wadas, Jawa Tengah demi dijadikan lokasi penambangan batu andesit untuk keperluan pembangunan Bendungan Bener.

Beberapa warga pun melayangkan protes atas langkah pengukuran tersebut. Warga Desa Wadas keberatan ada penambangan batu andesit demi pembangunan Bendungan Bener.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut pembangunan bendungan sebenarnya menjadi program pemerintah pusat yang menjadi satu di antara Proyek Strategis Nasional (PSN).

Mahfud mengatakan pembangunan Bendungan Bener sebenarnya bisa berimbas positif kepada warga sekitar. 

Sebab, proyek tersebut bisa mengaliri lahan sawah sekitar 15.000 hektare, pengadaan sumber air baku, sumber listrik, dan bisa mengatasi banjir. 

"Jadi, bendungan ini pada dasarnya untuk kepentingan rakyat, khususnya masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya dan ini sudah dimulai sejak tahun 2013," beber Mahfud. (ast/jpnn)

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani berbeda pendapat dengan pemerintah yang memilih memaksakan pengukuran lahan lokasi penambangan batu andesit demi pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.


Redaktur : Friederich
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News