Soal Konflik Wadas, Muzani Gerindra Merespons, Pakai Frasa Dobel Kesabaran

Soal Konflik Wadas, Muzani Gerindra Merespons, Pakai Frasa Dobel Kesabaran
Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani berbeda pendapat dengan pemerintah yang memilih memaksakan pengukuran lahan lokasi penambangan batu andesit demi pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

Seharusnya, menurut Muzani, pengukuran lahan tidak dipaksakan menyusul konflik di Desa Wadas, Selasa (8/2) kemarin.

"Sebaiknya menurut saya ditahan (tunda) dahulu," kata Muzani ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/2).

Sekjen Partai Gerindra itu mengatakan suasana saat ini sebaiknya dipakai untuk memahami perasaan masyarakat di Desa Wadas. Terutama kepada pihak yang menolak lokasi penambangan.

"Sekali lagi, menghadapi masyarakat itu harus dobel kesabaran, harus dobel kekuatan," ujar Muzani.

Toh, kata dia, urusan penambangan demi membangun Bendungan Bener bukan sebuah target yang wajib diselesaikan pada 2022. 

Dengan begitu, upaya persuasif mendekatkan diri ke penolak lebih baik diutamakan setelah insiden di Desa Wadas pada Selasa kemarin.

"Saya kira kami pun memahami kalau kemudian ada target pembangunan yang lambat karena satu dan lain hal," beber dia.

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani berbeda pendapat dengan pemerintah yang memilih memaksakan pengukuran lahan lokasi penambangan batu andesit demi pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News