Soal Patung Bung Karno dan Makna di Balik Pose Pahlawan Berkuda

Soal Patung Bung Karno dan Makna di Balik Pose Pahlawan Berkuda
Prabowo Subianto (kiri depan) dan Megawati Soekarnoputri usai meresmikan Patung Bung Karno di Kemhan, Jakarta. Foto: kemhangoid

Satu contohnya adalah Monumen Jenderal Gatot Subroto di Purwokerto, Jawa Tengah.

Berikutnya patung tokoh sedang berkuda dengan dua kaki yang terangkat menandakan bahwa pahlawan tersebut meninggal dunia di medan perang atau saat konflik sedang berlangsung.

Contoh hal ini adalah patung Pangeran Diponegoro di Menteng, Jakarta Pusat.

Meski demikian, menurut sejarah, Pangeran Diponegoro meninggal dunia saat sedang diasingkan dan ditahan di Benteng Rotterdam, Makassar pada 8 Januari 1855.

Terkait peresmian patung Bung Karno, Prabowo menceritakan kisah di balik patung pria kelahiran 6 Juni 1901 itu sedang menunggang kuda.

Patung Bung Karno yang diresmikan itu merekam kejadian Bapak Bangsa ketika menjadi inspektur upacara pada Hari Angkatan Perang pertama Indonesia 5 Oktober 1946.

"Waktu itu sebagai inspektur upacara, sebagaimana tradisi waktu itu, para pemimpin tentara meminta kesediaan beliau untuk menjadi inspektur upacara di atas kuda," kata Prabowo di acara peresmian patung Bung Karno, Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan bahwa Bung Karno pada dasarnya tidak pernah menunggangi kuda. Namun, pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu sadar perannya sebagai panglima tertinggi di Indonesia.

Setiap pose kuda pada patung pahlawan, seperti Soekarno atau Bung Karno, memiliki makna tersendiri. Apa saja itu?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News