Soroti Kemenangan Prabowo, Media Asing Khawatir soal Demokrasi di Bawah Si Gemoy

Soroti Kemenangan Prabowo, Media Asing Khawatir soal Demokrasi di Bawah Si Gemoy
Judul pemberitaan tentang Prabowo Subianto di The Economist. Foto: tangkapan layar The Economist

jpnn.com, JAKARTA - Temuan berbagai lembaga survei melalui hitung cepat atau quick count atas hasil Pilpres 2024 yang dilaksanakan pada Rabu (14/2/2024) langsung menjadi pemberitaan berbagai media internasional.

Banyak media mancanegara mengkhawatirkan masa depan Indonesia setelah pasangan capres-cawapres bernomor urut 1 di Pilpres 2024 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka memimpin perolehan suara.

The Economist, misalnya. Media yang berbasis di London, Inggris, itu memajang berita berjudul Prabowo Subianto will be the next president of Indonesia.

Namun, The Economist dalam salah satu beritanya juga mendedahkan tentang hal mengkhawatirkan dari presiden Indonesia mendatang.

Dalam artikel berjudul What is worrying about Indonesia’s new president, media yang dikenal berpandangan liberal itu menyebut Prabowo sepertinya tidak akan memperkuat demokrasi di Indonesia.

“Pak Prabowo adalah mantan jenderal kontroversial dengan sejarah mengkhawatirkan yang telah mengubah citra dirinya menjadi sorang kakek menggemaskan,” tulisan The Economist.

Menjelang masa kampanye Pilpres 2024, Prabowo memperoleh julukan Gemoy. Saat berkampany, Menteri Pertahanan RI itu juga kerap berjoget untuk memamerkan kejenakaannya.

Masih dari Inggris, laman British Broadcasting Corporation (BBC) memajang berita bertitel Indonesian ex-general leads in presidential race - unofficial results.

Banyak media mancanegara mengkhawatirkan masa depan Indonesia setelah Prabowo - Gibran memimpin perolehan suara berdasar quick count.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News