Berkat Strategi Fokus dan Efisiensi, LinkAja Catat Kinerja Positif Tahun Ini

Berkat Strategi Fokus dan Efisiensi, LinkAja Catat Kinerja Positif Tahun Ini
Aplikasi LinkAja tampilan khusus BUMN untuk layanan pembayaran dan komunikasi terpadu karyawan BUMN. Foto dok. LinkAja

Kedua tren tersebut mengindikasikan peningkatan loyalitas pengguna dan penurunan dependensi pendapatan operasional perusahaan terhadap short-term incentive seperti cash back.

Dibandingkan dua tahun lalu (2021), peningkatan ARPU LinkAja saat ini sudah meningkat hingga empat kali lipat. 

"Saat ini kami fokus kepada pengguna setia dan berkualitas, namun kami juga sedang menyiapkan beberapa inisiatif baru untuk meningkatkan jumlah pengguna kami yang loyal dengan penggunaan cost yang efisien dan sangat minimal," lanjutnya.

Dari sisi pengguna terdaftar ada 91 juta atau meningkat sebesar 6 persen dibandingkan semester pertama 2022.

Reza menambahkan LinkAja terus berfokus pada bisnis model dua sisi (two-sided business model) B2B2C (Business to Business to Consumer).

Pada segmen B2C, LinkAja mengutamakan low-cost user acquisition & retention. Fokus segmen B2B berpusat pada end-to-end value chain dari sisi tradisional maupun digital. 

Juga mengimplementasikan digital financial solutions dengan berfokus pada kolaborasi sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama di dalam ekosistem Telkomsel, Pertamina, dan Himbara (Himpunan Bank Negara).

Untuk ekosistem Telkomsel, LinkAja telah mendigitalisasi supply chain bisnis tradisional Telkomsel di lebih dari 400 ribu retailer, juga di aplikasi MyPertamina. 

Perusahaan penyedia jasa pembayaran LinkAja mencatatkan kinerja positif sepanjang 2023.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News