JPNN.com

Strategi Satgas Pamtas RI-PNG Mencegah Konflik Antarwarga di Kota Mulia

Sabtu, 12 Oktober 2019 – 06:08 WIB Strategi Satgas Pamtas RI-PNG Mencegah Konflik Antarwarga di Kota Mulia - JPNN.com
Suasana saat Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya beserta seluruh unsur aparat keamanan memberikan pengarahan kepada seluruh masyarakat pendatang di Kota Mulia, Puncak Jaya, Papua. Foto: Puspen TNI

jpnn.com, PUNCAK JAYA - Untuk menjamin keamanan seluruh warga, Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Denias Geley beserta seluruh unsur aparat keamanan termasuk personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY memberikan pengarahan kepada seluruh masyarakat pendatang di Kota Mulia.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY Mayor Inf. Danang Biantoro dalam keterangan tertulisnya, di Gelanggang Olahraga (GOR) Kota Mulia, Kabupatan Puncak Jaya, Papua, Rabu (9/10/2019) lalu.

Mayor Danang menyampaikan seminggu yang lalu terjadi keributan antar-masyarakat kampung di Kota Mulia, yang menyebabkan ketegangan antara masyarakat. Hal tersebut segera diredam oleh seluruh aparat keamanan yang berada di Kota Mulia.

“Kejadian pun sudah selesai, namun masih meninggalkan trauma di masyarakat khususnya pendatang yang khawatir akan terjadi kembali,” ujarnya.

“Kita selaku Satgas yang berada di Kota Mulia berkewajiban untuk menjaga keamanan di wilayah ini, hal ini sebagai bentuk konsistensi khususnya TNI dalam menjaga seluruh warga agar dapat beraktifitas normal kembali,” kata Dansatgas Pamtas RI-PNG.

Sebelumnya, Wakil Bupati Mulia Denias Geley, Dandim 0704/PJ dan Kapolres beserta seluruh unsur aparat keamanan langsung mengambil inisiatif untuk mengadakan pengarahan antara aparat keamanan dan masyarakat guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Wakil Bupati Mulia yang memimpin pengarahan merasa sangat terbantu tugasnya dalam rangka menjadikan wilayah Kabupaten Puncak Jaya aman dan damai.

Dalam pengarahan Wakil Bupati Mulia Denias Geley menyampaikan, sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjamin keamanan warga masyarakat apabila terjadi suatu konflik antar suku atau kampung.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...