Subkontraktor

Oleh: Dahlan Iskan

Subkontraktor
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Bangun. Jual. Bangun lagi. Jual lagi.

Orang sudah mulai ketagihan jalan tol. Orang mulai bermimpi kapan ada jalan tol Bandung-Tasikmalaya.

Atau Tegal-Banyumas. Purwokerto-Jogja. Siantar-Balige. Banjarmasin-Barabai. Pontianak-Mempawah. Makassar-Parepare, bahkan Mataram ke Timur. Surabaya-Bojonegoro. Kudus-Rembang.

Baca Juga:

Dan banyak lagi. Bahkan, tol dalam kota seperti dari Surabaya Timur ke Surabaya Barat.

Maka tidak ada jalan lain kecuali ide lama dilaksanakan. Tol yang sudah jadi segera dijual. Hasilnya untuk membangun tol yang baru.

Sekalian agar perusahaan BUMN grup Karya bisa punya uang. Bisa sekalian untuk membayar subkontraktor yang kini banyak menjerit-nyeri.

Baca Juga:

Rasanya rakyat sudah tidak sabar dengan kemacetan. Subkontraktor juga tidak kuat lagi kalau tidak dibayar. Sudah terlalu lama.

Maka di samping menekan perusahaan BUMN untuk membangun jalan tol mereka juga harus didorong untuk mempercepat penjualan tol yang sudah jadi.

Rasanya rakyat sudah tidak sabar dengan kemacetan. Subkontraktor juga tidak kuat lagi kalau tidak dibayar. Sudah terlalu lama.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News