Sudah Ribuan Orang Dikarantina di Australia, Semua Biaya Ditanggung Pemerintah

Sudah Ribuan Orang Dikarantina di Australia, Semua Biaya Ditanggung Pemerintah
Sudah lebih dari 60 ribu orang menjalani karantina di hotel di Australia selama hampir 3 bulan terakhir. (AAP: Bianca De Marchi)

"Mereka membawa tas, mereka memasukkan ke dalam bus, mereka membawanya sampai ke kamar," lanjutnya.

"Kalau saja saya punya dolar Australia, mungkin saya akan memberi tip untuk mereka."

Letnan Kolonel Jo Richards, yang menjadi perwira pengawas dari Angkatan Bersenjata Australia (ADF) yang membantu penanganan karantina di NSW mengatakan sejumlah tentara mulai dari pilot pesawat tempur sampai ke pengasuh anjing dilibatkan.

"Belum pernah sebelumnya personal ADF dilatih untuk menjadi manajer hotel atau menyambut mereka di bandara," katanya.

"Ada perasaan was-was di kalangan mereka yang baru kembali, tapi apa yang mereka rasakan sangat positif melihat personel ADF membantu mereka, jadi kami mendapat banyak tanggapan positif dari mereka yang baru pulang."

Kami menjawab pertanyaan seputar virus corona:

 

Mungkin harus membayar sendiri karantina

Pandemi COVID-19 membuat pergerakan warga dari luar negeri kembali ke Australia terus menurun, tetapi pemerintah Australia memperkirakan masih ada sekitar 6.500 orang masuk ke Australia setiap pekannya.

Turis internasional mungkin tidak akan bisa masuk Australia sampai awal 2021, karena perbatasan masih ditutup, karenanya sejumlah pemerintah negara bagian di Australia berusaha menghemat dana.

Pemerintah Australia sedang mempertimbangkan agar biaya karantina wajib bagi mereka yang masuk ke Australia di tengah pandemi virus corona ditanggung sendiri, tidak lagi dibayarkan Pemerintah seperti saat ini

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News