Sukses Kuasai Freeport, Pemerintah Ditantang Ambil Vale

Sukses Kuasai Freeport, Pemerintah Ditantang Ambil Vale
Aktivitas tambang PT Freeport Indonesia. Foto: dok/Radar Timika

jpnn.com, JAKARTA - Keberhasilan pemerintah mengambil alih 51 persen saham PT Freeport Indonesia mendapat apresiasi banyak kalangan.

Ketua Fraksi Partai NasDem Ahmad HM Ali berharap, keberhasilan itu diikuti dengan pengambilalihan saham perusahaan lainnya, yaitu PT Vale Indonesia.

Vale adalah perusahaan tambang asal Brasil. Dulu dikenal dengan nama INCO. Vale didirikan sejak 1968.

 "Saya memiliki impian, Indonesia berdaulat atas kekayaan alamnya. Salah satu perwujudan yang terbilang penting adalah divestasi saham PT Vale Indonesia, menyusul keberhasilan divestasi saham Freeport," kata dia dalam keterangan pers.

Menurut Ahmad, lebih dari setengah abad, Vale telah mengekstraksi nikel di daratan Sulawesi.

Di bawah rezim Kontrak Karya (KK) dengan penguasaan saham yang dominan, Vale telah menjadi salah satu perusahaan tambang nikel nomor wahid.

"Indikatornya, Vale menyumbang 5 persen pasokan nikel dunia. Dengan ukuran sedemikian, Vale memiliki pengaruh signifikan dalam dinamika komoditas nikel global," ungkap Ahmad.

Dalam operasinya, kata Ahmad, Vale memiliki banyak noda. Mulai dari konflik antara masyarakat hingga isu kerusakan lingkungan. Masalah yang paling utama adalah KK. Di bawah rezim ini, perusahaan dan negara diposisikan setara.

Tercatat lebih dari setengah abad Vale telah mengekstraksi nikel di daratan Sulawesi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News