Surat Terbuka untuk Jokowi Ini Bikin Merinding

Surat Terbuka untuk Jokowi Ini Bikin Merinding
Kondisi Bandara di Pekanbaru yang diselimuti asap. Foto: Pekanbaru Pos/JPNN

Riau juga bukan Sumatera Barat yang pernah mempunyai menteri dalam negeri sehingga semua kejadian akan mendapatkan respon langsung dari pemerintah.
Riau juga bukan Jogjakarta yang istimewa, walaupun provinsi miskin tapi selalu menjadi daerah yang mendapat kaya perhatian dari pemerintah pusat.
Riau juga bukan Aceh yang punya pasukan GAM sehingga republik ini selalu ikut apa kata mereka.

Riau juga bukan Jakarta yg selalu dipandang khusus dalam segala hal.
Tapi asal bapak tau, minyak bumi kami pernah menjadi pemasok APBN terbesar dari segi migas.
Perkebunan sawit Riau adalah yang terbesar dan selalu dibanggakan oleh Indonesia dalam bidang perkebunan.
Kami juga rela memberikan seluruh harta kerajaan Siak Sri Inderapura kami hanya untuk membangun republik ini ketika awal kemerdekaan.
Bahasa Indonesia yang kita pakai sekarang ini adalah bahasa yang berasal dari provinsi kami.

Ya, memang..
Dari segi dunia kepahlawanan, pahlawan kami Tuanku Tambusai tak setenar Pangeran Diponegoro yang namanya diabadikan menjadi nama jalan dimana-mana.
Tari Zapin Melayu kami pun juga tak semenarik tari Kecak dan Pendet yang selalu ditampilkan disetiap acara tingkat nasional.
Serta Kami pun hanya punya lagu "Lancang Kuning" yang tak seterkenal lagu "Kampuong nan jauh di mato" meskipun di dalam lirik lagu nya ada pesan tentang bagaimana cara kepemimpinan yang baik, mungkin bisa juga menjadi tolak ukur bapak untuk memimpin negeri kita yang kaya raya ini.

Apa bapak tau tentang kami?
Apa kami harus seperti Papua minta merdeka baru diperhatikan?
Apa kami harus berdemo ala Makasar baru bapak melihat kami?
Kami hanya minta republik ini adil. Bagaimana musibah di Jawa diperlakukan, harusnya kami diperlakukan sama.
Selamatkan Bumi Lancang Kuning Sekarang Juga pak !
Kalau tidak, biarkan kami menentukan nasib kami sendiri !

KARENA BISA JADI JIKA SEPERTI INI TERUS, RIAU MERDEKA MENJADI HARGA MATI!!
Terimakasih telah membaca surat ini pak.
Dan maafkan kelancangan kata kata saya yang menyinggung hati bapak.
Karena saya hanyalah seorang manusia yang luput dari media, tidaklah seperti bapak yang selalu muncul di media massa sehingga sudah terbiasa dalam merangkai kata yang indah dan luar biasa. Dari Seorang Aktivis Mahasiswa
Insanul Kamil Negarawan.
(afz)


PEKANBARU - Semakin parahnya serangan kabut asap memicu reaksi kejengkelan dan amarah rakyat Riau. Mereka mendesak pemerintah cepat bertindak.  


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News