Survei: Mayoritas Masyarakat Terbantu dengan Kuota Data Internet

Jumat, 16 Oktober 2020 – 19:27 WIB
Survei: Mayoritas Masyarakat Terbantu dengan Kuota Data Internet
Plt Kapusdatin Kemendikbud Hasan Chabibie. Foto: humas Kemendikbud

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menyebutkan sebagian besar masyarakat menilai program bantuan internet gratis merupakan langkah tepat dalam menjawab urgensi di tengah pandemi COVID-19. 

"Melegakan sekali mengetahui bahwa masyarakat menilai kebijakan ini merupakah langkah yang tepat dari Pemerintah serta membantu meringankan beban ekonomi yang dihadapi di masa pandemi," kata Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hasan Chabibie di Jakarta, Jumat (16/10). 

Yang terpenting, lanjutnya, kebijakan ini membantu pembelajaran jarak jauh di masa pandemi.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif'an menyampaikan survei yang dilakukan ASI ini bertujuan mengetahui pendapat publik secara nasional terhadap program bantuan kuota data internet yang digagas Kemendikbud.

Sebagai sebuah kebijakan, program subsidi kuota data internet ini sempat menuai pro-kontra di masyarakat. 

"Data survei menunjukkan, sebanyak 84,7 persen publik menilai program bantuan internet gratis merupakan langkah tepat dalam menjawab sense of crisis di tengah wabah korona (COVID-19), sementara 13,7 persen menyatakan tidak. Sisanya 1,6 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab," papar Ali Rif'an dalam rilis hasil survei secara telekonferensi. 

Sementara itu, sebanyak 85,6 persen publik menilai program bantuan internet gratis meringankan beban ekonomi orang tua pelajar atau mahasiswa dalam membeli paket internet, sementara 13,6 persen tidak berpendapat demikian. Sisanya 0,8 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab. 

"Sebanyak 63,2 persen publik juga mengaku puas dengan kinerja Pusdatin Kemendikbud RI dalam menyalurkan bantuan kuota internet, sementara 32,1 persen mengaku tidak puas. Sisanya 4,7 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab," terang Ali Rif'an.   

SPONSORED CONTENT

loading...