Minggu, 24 September 2017 – 15:49 WIB

Survei Terkini: Peminat Indonesia Jadi Negara Islam Hanya Sebegini

Jumat, 19 Mei 2017 – 20:28 WIB
Survei Terkini: Peminat Indonesia Jadi Negara Islam Hanya Sebegini - JPNN.COM

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Lampung melakukan aksi damai di pkor, Way halim, Bandarlampung, Minggu (16/4). Foto:M. Tegar Mujahid/dok.Radar Lampung/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis jajak pendapat tentang minat publik atas sistem negara Islam. Merujuk survei LSI terhadap 1.200 orang, ternyata mayoritas responden tetap menginginkan Indonesia menerapkan demokrasi Pancasila.

Peneliti LSI Adrian Sopa mengatakan, merujuk survei bertitel Menegaskan dan Memperbaharui Demokrasi Pancasila yang digelar pada 5-10 Mei ternyata hanya 8,7 persen responden yang menginginkan Indonesia mengadopsi sistem negara Islam seperti di Timur Tengah. Hal itu menarik karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

"Jadi hanya 8,7 persen yang menginginkan Indonesia mengadopsi negara Islam. Padahal 85 persen penduduk Indonesia muslim," ujar Adrian saat merilis saat merilis hasil survei di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (19/5). 

Hasil survei LSI juga memperlihatkan hanya 2,3 persen responden yang menginginkan Indonesia menganut sistem liberal seperti yang dipraktikkan di negara-negara barat. Kemungkinan kata liberal di belakang kata demokrasi punya konotasi negatif dalam kesadaran mayoritas responden.

"Mayoritas responden atau mencapai 74 persen menginginkan demokrasi Pancasila sebagai sistem negara dan parekat. Kata Pancasila di belakang demokrasi sepertinya sudah sedemikian mengakar dalam benak publik," tutur Adrian.

Meski demikian, mayoritas respondan tak mau praktik demokrasi Pancasila seperti era Orde Baru. Yakni demokrasi Pancasila yang menerapkan Dwi Fungsi TNI, menjadikan presiden sebagai mandataris MPR, hingga adanya fraksi utusan golongan.

Merujuk survei LSI, hanya 13,9 persen yang menginginkan Indonesia kembali menganut sistem demokrasi Pancasila seperti pada era Orde Baru. Sedangkan mayoritas responden tak ingin Indonesia kembali ke pola demokrasi Pancasila era Orba.

“Ada 68,7 persen responden yang tidak menginginkan hal tersebut (demokrasi Pancasila model Orba, red). Sedangkan 17,4 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab," ujar Adrian.

SHARES
loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini