Susun Rencana Evakuasi WNI di Iran, Menlu Retno Temui Panglima TNI

Susun Rencana Evakuasi WNI di Iran, Menlu Retno Temui Panglima TNI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjadikan perlindungan WNI di Iran dan sekitarnya sebagai prioritas seiring memanasnya hubungan republik Islam tersebut dengan Amerika Serikat.

Hari ini, Selasa (7/1), Retno bertemu dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk membahas rencana evakuasi WNI di Iran dan Irak. Menurut data Kemlu RI, jumlah WNI di Iran 406 orang sementara di Irak jumlahnya 850 orang.

“Tetapi kalau kita total jumlah WNI secara keseluruhan di wilayah tersebut (Timur Tengah) angkanya tidak hanya ratusan ribu tetapi jutaan. Oleh karena itu kita terus menghitung situasi dan kita sudah mulai memetakan rencana kontingensi,” kata Menlu Retno.

Kemlu telah menunjuk satu tim yang bertugas mematangkan rencana evakuasi para WNI jika situasi di Timur Tengah memburuk, dan berkoordinasi dengan perwakilan-perwakilan RI yang ada di kawasan tersebut.

Kerja sama dengan sejumlah pihak seperti TNI, Polri, dan BIN juga diperlukan dalam upaya evakuasi WNI seperti yang pernah dilakukan dalam upaya evakuasi WNI dari Yaman pada 2015. Pada saat itu, ribuan WNI berhasil dievakuasi baik menggunakan jalur udara dan laut di bawah koordinasi Kemlu dan TNI.

"Kalau evakuasi, kita bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan jika diperlukan pesawat dari TNI AU karena evakuasi itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh KBRI kita. Biasanya kita ada tenaga bantuan dari pusat dan melibatkan kerja sama banyak pihak," kata Menlu Retno.

Kemlu juga akan mengeluarkan imbauan disertai nomor telepon hotline yang dapat dihubungi di perwakilan-perwakilan yang ada di Iran dan Irak, serta pusat darurat akan mulai difungsikan.

Sambil menyiapkan rencana perlindungan dan evakuasi WNI, Retno berharap semua pihak yang berkonflik dapat sama-sama menahan diri agar situasi keamanan di Timur Tengah tidak semakin memburuk.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjadikan perlindungan WNI di Iran dan sekitarnya sebagai prioritas seiring memanasnya hubungan republik Islam tersebut dengan Amerika Serikat.

Sumber Antara