JPNN.com

Syarief Hasan Ucapkan Belasungkawa Kepada Korban Tragedi Ledakan di Kota Beirut Lebanon

Rabu, 05 Agustus 2020 – 23:38 WIB
Syarief Hasan Ucapkan Belasungkawa Kepada Korban Tragedi Ledakan di Kota Beirut Lebanon - JPNN.com
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pada Selasa (4/8) kemarin, terjadi ledakan besar mengguncang Beirut Ibu Kota Lebanon. Berdasarkan rilis resmi dari Perdana Menteri Lebanon menyebutkan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di Pelabuhan Beirut dan meledak.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan pun menyampaikan bela sungkawa atas korban jiwa dan 4.000 orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

“Saya selaku pribadi dan pimpinan MPR RI menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga sahabat kami, warga kota Beirut Lebanon diberikan ketabahan dan keadaannya segera pulih kembali,” ungkapnya.

Terlebih lagi, diantara korban tersebut, terdapat WNI yang mengalami luka-luka. Memang, berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan bahwa ada sekitar 1.447 WNI yang sedang berada di Lebanon. Sebanyak 1.234 di antaranya adalah TNI yang sedang menjalani misi perdamaian PBB. Selebihnya sipil, termasuk mahasiswa dan pegawai di KBRI Lebanon.

Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi Luar Negeri ini pun mendorong Pemerintah dalam hal ini Kemenlu agar segera berkordinasi dgn KBRI agar membentuk Posko bila diperlukan bagi   WNI yang memerlukan bantuan yg sedang berada di Lebanon. “Komunikasi dengan WNI juga penting untuk menunjukkan kehadiran Negara menciptakan rasa aman dalam situasi sulit bagi WNI yang sedang berada di luar negeri,” ungkap Syarief.

Tak hanya itu, ia juga mendorong Pemerintah untuk memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan kepada Pemerintah dan Rakyat Lebanon.

“Langkah dukungan dan bantuan kemanusiaan sangatlah penting sebagai  wujud solidaritas antarbangsa,” ungkap Syarief Hasan.

Terlebih lagi, dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, Lebanon menjadi negara ketiga setelah Mesir dan Suriah yang mengakui kedaulatan Indonesia pada 29 Juli 1947 silam.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri