T-Files, Kelompok Mahasiswa ITB Pembuat Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut

Tolak Investor Jepang, Dipakai di Jembatan Suramadu

T-Files, Kelompok Mahasiswa ITB Pembuat Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut
Nurana Indah Paramita, (dua dari kiri) bersama sebagian anggota tim T-Files, pembuat Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) lainnya saat ditemui di Trans Ballroom, Trans Studio Mall, Bandung, Kamis (11/10/2012). Foto: M. Dinarsa Kurniawan/JAWA POS
"Kami sempat hampir putus asa. Percobaan kami sering gagal, proposal kami juga sering ditolak," kenangnya. "Tapi, karena kami berpikir ke depan, teknologi ini akan sangat berarti bagi masyarakat luas, kami maju terus," lanjutnya.

Ketika proyek jadi, mereka kembali dihadapkan pada persoalan. Tak ada investor dalam negeri yang mau menanamkan modal untuk proyek ini. Yang ada justru investor dari Jepang. Namun, lantaran mereka lebih mengedepankan nasionalisme bahwa teknologi tepat guna tersebut untuk kebutuhan rakyat Indonesia, tawaran investor asing itu pun ditolak.

Akhirnya, sejak Februari lalu, T-Files menjadi sebuah holding company yang membawahkan sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang marine current turbine, mining engineer, information technology, design and art, serta event organizer. Sepuluh persen saham T-Files dimiliki ITB yang sejak awal memberikan dukungan penuh. Mereka juga bekerja sama dengan Kementerian BUMN.

Berkat kerja keras Mita dan 12 kawannya, PLTAL kini telah diaplikasikan di sejumlah daerah. Yaitu, di Bali, Lombok, dan di Jembatan Suramadu, Surabaya-Madura. Ke depan mereka juga akan menggarap proyek di Jembatan Selat Sunda.

Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam kelompok T-Files memberikan harapan akan pemenuhan energi alternatif. Mereka mengembangkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News