Tagih Komitmen Pemerintah, Irjen Rachmad: Ini Sudah Tragedi Kemanusiaan
jpnn.com, SUMATERA SELATAN - Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen A. Rachmad Wibowo menagih komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel untuk menjunjung tinggi asas kemanusiaan.
Hal ini menyusul ditemukannya kembali satu korban tewas di area sumur ilegal di rawa sungai Dawas Parung, Dusun V Srigunung, Sungai Lilin Musi Banyuasin, pada Minggu (21/7).
Korban ini menambah jumlah angka meninggal akibat aktivitas ilegal ini menjadi lima orang dan empat lainnya luka berat sejak kejadian awal 21 Juni lalu.
Korban tewas akibat ledakan sumur minyal ilegal, setelah sebelumnya terjadi kebocoran tutup valve sumur dan pipa saluran yang diduga sengaja dirusak masyarakat untuk diambil minyak tumpahannya.
Rachmad menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi kemanusiaan, karena banyaknya warga yang menjadi korban dari aktivitas ilegal.
“Ini tragedi kemanusiaan, sudah banyak masyarakat kita menjadi korban. Mereka kesulitan mencari penghasilan sehingga nekat melakukan kegiatan yang membahayakan jiwa mereka sendiri,” tegas Kapolda.
Dia mengatakan masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi bocornya tutup valve dan pipa, mengambil tumpahan minyak dengan cara memerasnya.
"Mereka ini tidak mengindahkan imbauan dari petugas, dan sama sekali mengabaikan keselamatan mereka sendiri,” imbuhnya.
Irjen Rachmad mengingatkan perlu ada solusi, kerja sama, dan dukungan semua pihak termasuk pemerintah dan juga TNI.
- Berantas Senpi Ilegal, Kapolda Sumsel Buka Praoperasi Senpi Musi 2026
- WNI yang Diculik Israel Dibebaskan, DPR: Tugas Negara Beri Perlindungan Bagi Rakyat
- Wisudawan UMJ Asal Yaman Ungkap Pesan Perjuangan & Kemanusiaan
- BKSAP DPR RI Kecam Intersepsi Israel Terhadap Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
- Kapolda Sumsel Siagakan Personel di Jalur Mudik dan Wisata Air Sesuai Instruksi Kapolri
- Begini Kondisi Tol di Sumatera Selatan Menjelang Arus Mudik Lebaran 2026
JPNN.com




