Tak Ada Pemberitahuan Demo, Polisi Tetap Siagakan 5.500 Personel di DPR

Tak Ada Pemberitahuan Demo, Polisi Tetap Siagakan 5.500 Personel di DPR
Polisi memasang kawat berduri di depan gerbang utama Gedung DPR, Jakarta beberapa waktu lalu. Foto: Muhammad Iqbal/Antara Foto

jpnn.com, JAKARTA - Aksi unjuk rasa kembali digelar di Gedung DPR/MPR pada Senin (14/10) ini. Namun, aksi demo yang digelar mahasiswa ini tanpa ada pemberitahuan ke pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, meski tanpa pemberitahuan, pihaknya sudah mendeteksi akan adanya aksi demo. Kepolisian pun menerjunkan ribuan personel gabungan guna melakukan antisipasi.

“Untuk pemberitahuan belum ada. Namun kami tetap menerjunkan 5.500 personel gabungan yang dipersiapkan untuk mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa,” kata Argo.

Perwira menengah ini menerangkan, sebanyak 5.500 personel gabungan yang diterjunkan itu terdiri dari unsur Polri, TNI, serta unsur aparat keamanan dari Pemprov DKI Jakarta.

Selain itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga sudah melakukan penutupan di sekitar Gedung DPR dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa.

"Penutupan sejak pukul 05.00 pagi tadi, namun untuk jalur Bus TransJakarta masih dibuka," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir saat dikonfirmasi, Senin (14/10).

Polda Metro Jaya juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR untuk mencegah penumpukan kendaraan akibat penutupan jalan. Dikatakan Nasir, pihaknya menerjurkan sebanyak 315 personel polisi lalu lintas untuk pengaturan arus lalu lintas.

"Kami libatkan 315 personel polisi lalu lintas (polantas) untuk penjagaan di sekitar lokasi penutupan," ujarnya. (cuy/jpnn)

Penutupan jalur di sekitar gedung DPR/MPR sudha dilakukan sejak pukul 05.00 pagi tadi, namun untuk jalur Bus TransJakarta masih dibuka.


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News