Tak Mau Kecewakan Keluarga Korban, Buat 162 Peti dalam 24 Jam

Tak Mau Kecewakan Keluarga Korban, Buat 162 Peti dalam 24 Jam
GOTONG ROYONG: Warga Kotawaringin Barat yang dilibatkan dalam pembuatan 162 peti untuk korban AirAsia QZ8501. Foto: Gunawan Sutanto/Jawa Pos/JPNN.com

SEBELUM ada peristiwa jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, tak banyak yang tahu letak Kabupaten Kotawaringin Barat. Kini daerah itu menjadi perhatian banyak pihak karena menjelma sebagai pusat rescue. Upaya tanggap darurat oleh pemkab patut diacungi jempol.
 
Gunawan Sutanto, Pangkalan Bun

 
Sejak ada informasi pesawat AirAsia QZ8501 hilang di sekitar Teluk Kumai, sejumlah media mendatangi Pangkalan Bun. Bukan hanya media lokal, sejumlah jurnalis asing juga tumplek bleg di ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut. Tujuan mereka satu, meliput perkembangan penyelamatan dan evakuasi korban.

Penyelamatan dan evakuasi membuat kesibukan RSUD Sultan Imanudin bertambah berlipat-lipat. Apalagi sejak Selasa (30/12), ketika ada temuan jasad penumpang pesawat dan informasi awal bahwa jenazah akan dievakuasi dan diidentifikasi di rumah sakit yang berdiri sejak zaman kolonial tersebut.

"Setelah dipastikan ada jenazah yang ditemukan, saya menaikkan status menjadi hospital disaster plan," ujar Direktur RSUD Sultan Imanudin dr Suyuti Syamsul.

Sejak itulah, seluruh pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat disiagakan, termasuk pegawai yang berstatus libur ekstra.

"Kita butuhkan tenaga mereka untuk mengurus jenazah. Sebab, sehari-hari kita hanya ada tiga tenaga pengurus jenazah," jelasnya.

Kini total ada seratus pegawai yang disiapkan untuk membantu anggota DVI (disaster victim identification) Polri guna mengurus jenazah. Perinciannya, 80 pegawai di lingkungan dinas kesehatan dan 20 relawan.

"Kenapa kami siapkan begitu banyak, karena saat itu kami khawatir jenazah yang datang langsung dalam jumlah banyak," ujar Suyuti.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 yang keluar masuk RSUD Sultan Imanudin sebanyak 34. Total korban AirAsia 162 orang. Sebagai kota kecil, tentu kesiapan Kotawaringin Barat jauh berbeda jika dibandingkan dengan Surabaya atau Sidoarjo, dua kota yang juga berkaitan dengan kejadian memilukan tersebut.

SEBELUM ada peristiwa jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, tak banyak yang tahu letak Kabupaten Kotawaringin Barat. Kini daerah itu menjadi perhatian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News