JPNN.com

Tambang Ombilin Sawahlunto Masuk Warisan Dunia, Bukti Keberhasilan Diplomasi Budaya

Selasa, 17 September 2019 – 02:44 WIB Tambang Ombilin Sawahlunto Masuk Warisan Dunia, Bukti Keberhasilan Diplomasi Budaya - JPNN.com

jpnn.com - Penetapan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sebagai situs Warisan Dunia UNESCO disebut sebagai perwujudan diplomasi kebudayaan Indonesia.

“(Penetapan) ini merupakan pengejawantahan dari diplomasi kebudayaan,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Alphyanto Ruddyard saat Penyerahan Sertifikat Asli Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO oleh Kemlu kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Senin.

Situs Warisan Budaya Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia pada Sidang Komite Warisan Dunia ke-32 yang berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada 30 Juni-10 Juli 2019.

Pada 27 Agustus 2019, Duta Besar RI untuk Perancis, Andorra, dan Monako serta merangkap Delegasi Tetap RI untuk UNESCO telah menyerahkan sertifikat asli penetapan Warisan Dunia kepada Menteri Luar Negeri RI.

Selanjutnya, Dirjen Kerja Sama Multilateral Kemlu menyerahkan sertifikat tersebut kepada Dirjen Kebudayaan yang mewakili Kemdikbud sebagai focal point warisan budaya.

Menjadi salah satu contoh keberhasilan diplomasi kebudayaan, Febrian berharap situs Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto bisa menjadi salah satu aset yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai bangsa yang inovatif.

“Tambang batu bara ini dibentuk pada paruh kedua abad 19 sampai paruh pertama abad 20. Ada beberapa nilai khas dimana teknologi ilmu pertambangan dipadukan dengan kearifan lokal,” kata Febrian.

Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto dianggap pantas diposisikan sebagai warisan dunia karena konsep tiga serangkai yang dicetuskan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang meliputi industri pertambangan batu bara Ombilin di Sawahlunto, kemudian sistem transportasi kereta api melalui wilayah Sumatera Barat, dan sistem penyimpanan di Silo Gunung di Pelabuhan Emmahaven atau yang kini disebut Teluk Bayur.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...