Tangani Karhutla, Panglima TNI Datangi Manggala Agni dan Pasukannya di Pulau Rupat

Tangani Karhutla, Panglima TNI Datangi Manggala Agni dan Pasukannya di Pulau Rupat
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Pulau Rupat. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, RIAU - Kebakaran lahan di Pulau Rupat yang terjadi sejak beberapa hari yang lalu menjadi perhatian dari Manggala Agni (GALAAG) KLHK dan tim kerja dari kesatuan lainnya yang terdiri dari TNI, POLRI, BPBD, Pemadam Kebakaran Provinsi, dan Masyarakat Peduli Api, serta pihak swasta pemegang izin usaha kehutanan di wilayah tersebut.

Kondisi tanah gambut yang cukup tebal (lebih dari 3 meter) dan tidak tergenang atau basah, menyebabkan kawasan menjadi sangat rentan terbakar.

Sejak awal Februari 2019, KLHK telah menyiagakan satu unit helikopter untuk patroli kebakaran dan pemadaman via udara (water bombing).

Itu dilakukan untuk mencegah penjalaran api, tapi tidak bisa memadamkan api yang berada di bawah permukaan tanah di lahan gambut.

Pemadaman ini juga didukung oleh dua unit helikopter dari pihak swasta. Sembilan regu GALAAG yang dilengkapi sarana prasarana pemadaman telah dimobilisasi ke Pulau Rupat untuk melakukan pemadaman karhutla di sana.

Selain itu, TNI dan POLRI juga telah mengerahkan pasukannya ke titik-titik karhutla dan melakukan pengawasan di tingkat tapak. 

Menyiapkan langkah selanjutnya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, juga lakukan kunjungan ke lokasi kebakaran yang tengah dipadamkan oleh GALAAG. Yaitu di Desa Kampung Baru, Kecamatan Rupat, Kab. Bengkalis, pada hari akhir pekan lalu.

Hadi juga memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Riau yang didampingi oleh Wakil Gubernur Riau, Pangdam II Bukit Barisan, tim dari KLHK yaitu dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dan Koordinator Daops GALAAG Provinsi Riau- Balai PPIKHL Wilayah Sumatera.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga lakukan kunjungan ke lokasi kebakaran yang tengah dipadamkan oleh GALAAG.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News