Minggu, 24 Juni 2018 – 16:01 WIB

Tangerang Tolak Izin Kawasan Industri Mitra Propindo Lestari

Senin, 01 Januari 2018 – 22:05 WIB
Tangerang Tolak Izin Kawasan Industri Mitra Propindo Lestari - JPNN.COM

jpnn.com, TANGERANG - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Kabupaten Tangerang menolak izin kawasan industri PT Mitra Propindo Lestari di Kampung Sungai Turi, Desa Laksana Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang Nono Sudardo menjelaskan, penolakan terhadap PT Mitra Propindo Lestari itu berdasarkan hasil pemeriksaan tim penilai kawasan industri yang dibentuk Pemkab Tangerang.

Tim yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLKP), Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) dan DPMPTSP ini tidak merekomendasikan dikeluarkannya izin di kawasan industri yang kini dikenal sebagai kawasan Jung Sen tersebut.

“Kami tidak memberikan rekomendasi surat izin kawasan industri ke PT Mitra Propindo Lestari,” kata Nono.

Menurutnya, penolakan untuk mengeluarkan surat Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) ke PT Mitra Propindo Lestari sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 142 Tahun 2015 tentang kawasan industri dan Peraturan Menteri Perindustrian No.39/M-IND/PER/6/2016 tentang Tata Cara Pemberian Usaha dan Izin Perluasan Kawasan Industri.

“Ketika PT Mitra Propindo Lestari mengajukan surat izin usaha kawasan industri, tim penilai langsung turun ke lapangan sesuai alamat yang ada di surat permohonan. Setelah dilakukan penilaian, kami simpulkan bahwa di Kampung Sungai Turi belum diperuntukkan untuk kawasan industri, jadi kami tolak,” tutur Nono.

Dia menambahkan, Pemkab Tangerang melalui DPMPTSP sangat selektif mengeluarkan izin kawasan industri. Tujuannya untuk menghindari terjadinya pelanggaran Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Sebelumnya, sejumlah bangunan tanpa IMB (Izin Mendirikan Bangunan) di sekitar Kampung Sungai Turi, Desa Laksana Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang (Kawasan Jung Sen) ditertibkan aparat setempat.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar