Tanggapi Pernyataan Gus Yaqut, HNW Jelaskan Sejarah dan Tujuan Kemenag Berdiri

Tanggapi Pernyataan Gus Yaqut, HNW Jelaskan Sejarah dan Tujuan Kemenag Berdiri
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (MPR) prihatin terhadap munculnya wacana pembubaran kementerian agama.

Wacana tersebut disinyalir muncul karena pernyataan internal Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) yang menyebar ke publik.

Dia mengingatkan pejabat, umat, termasuk kalangan santri agar mengkaji kembali sejarah dan latar belakang lahirnya departemen agama yang kemudian berubah menjadi kementerian agama (Kemenag).

HNW menjelaskan rujukan berapa literatur sejarah yang menyebutkan Presiden Soekarno pernah menunjuk KH Wahid Hasyim dari NU sebagai Menteri Negara Urusan Agama pada 19 Agustus 1945 hingga 14 November 1945.

“Dalam periode itu, departemen yang khusus mengurusi agama belum ada karena ditolak oleh beberapa pihak, seperti J Latuharhari maupun Ki Hajar Dewantara," kata HNW melalui keterangan yang diterima Rabu (27/10).

Namun, setelah diperjuangkan beberapa anggota KNIP dari Partai Masyumi dan sejumlah ormas seperti Al Irsyad, Muhammadiyah dan Persis, akhirnya Soekarno menyetujui pembentukan Departemen Agama pada 3 Januari 1946.

Selanjutnya Soekarno mengangkat HM Rasyidi yang dikenal sebagai tokoh dari Muhammadiyah sebagai menteri agama yang pertama.

"Sejak itulah tanggal 3 Januari ditetapkan menjadi hari lahir Departemen (Kementerian) Agama," tandasnya.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menanggapi pernyataan Gus Yaqut dengan menjelaskan sejarah berdirinya Kemenag.