Minggu, 22 Juli 2018 – 05:50 WIB

Tantowi Yahya-Arief Yahya Bersinergi Gaet Turis Negeri Kiwi

Sabtu, 24 Februari 2018 – 18:24 WIB
Tantowi Yahya-Arief Yahya Bersinergi Gaet Turis Negeri Kiwi - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya menemui Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, Sabtu (24/2). Tujuan pertemuan itu adalah mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Selandia Baru ke Indonesia.

Menurut Tantowi, ada tren kenaikan jumlah kunjungan wisman asal Negeri Kiwi itu ke Indonesia. Pada 2016, jumlah wisman Selandia Baru ke Indonesia mencapai 100.000 kunjungan. “Ini naik 20 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujar Tantowi.

Karena itu, sambung ambasador yang juga dikenal sebagai musikus country tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington akan terus menggenjot upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisman dari Selandia Baru ke Indonesia. Meski penduduk Selandia Baru hanya 4,6 juta jiwa, namun yang bepergian ke luar negeri bisa mencapai 2,5 juta orang per tahun.

“Saya rasa tidak ada negara di dunia ini yang penduduknya itu 50 persen bepergian (ke luar negeri, red) setiap tahun,” tegasnya.

Sayangnya, kata Tantowi menjelaskan, jumlah wisman Selandia Baru yang ke Indonesia masih di angka 100 ribu kunjungan. “Sedangkan China itu bisa satu juta, kemudian Malaysia 300 ribu lebih, Thailand 200 ribu lebih," sebutnya.

Untuk itu, harus ada kerja sama dalam rangka mendongkrak jumlah kunjungan wisman asal Selandia Baru. Hanya saja, persoalannya adalah konektivitas.

Menurutnya, dengan jarak antara Indonesia-Selandia Baru yang relatif dekat, seharusnya sudah ada penerbangan komersial langsung antara kedua negeri. Tantowi pun sudah berupaya untuk bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisman Selandia Baru ke Indonesia.

“Ke depan, kami akan tingkatkan menjadi 200 ribu turis. Setelah kami melakukan studi, ternyata masalahnya adalah tidak ada konektivitas langsung. Jadi konektivitas langsung ini memang key issue," papar Tantowi.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar