Tarif Angkot Turun, tetapi Tak Signifikan

Tarif Angkot Turun, tetapi Tak Signifikan
Ilustrasi. FOTO: dok/jpnn

JAKPUS - DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI hari ini (18/1) membahas tarif angkutan baru di wilayah Jakarta. Mereka akan membahas tarif baru sebagai respons terhadap keputusan pemerintah menurunkan harga premium dan solar.

Harga premium yang semula Rp 7.600 per liter diturunkan menjadi Rp 6.600 per liter untuk wilayah Jawa dan Madura. Sedangkan harga solar turun dari Rp 7.250 menjadi Rp 6.400 per liter di seluruh wilayah. Harga baru berlaku mulai Senin besok (19/1).

Ketua DPD Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan, penurunan tarif angkutan kota kemungkinan tidak akan signifikan. Salah satu alasannya, banyak angkutan kota belum menaikkan tarif sejak keluarnya surat keputusan gubernur pada Desember lalu. 

Salah satunya, kopaja AC tetap mengenakan tarif Rp 6.000 meski harga BBM naik beberapa waktu lalu. Karena itu, tarif angkutan itu mungkin tetap dipertahankan Rp 6.000. ''Tarif kopaja non-AC, metromini, dan bus kota juga tak akan turun. Tarif taksi dan angkutan kota mungkin akan turun sekitar Rp 500. Semoga usul kami disetujui gubernur,'' katanya ketika dihubungi kemarin (17/1).

JAKPUS - DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI hari ini (18/1) membahas tarif angkutan baru di wilayah Jakarta. Mereka akan membahas tarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News