JPNN.com

Tatap Purnama, Bu SMI Bersyukur untuk Kesehatan dan Realisasi Bansos

Sabtu, 08 Agustus 2020 – 15:29 WIB
Tatap Purnama, Bu SMI Bersyukur untuk Kesehatan dan Realisasi Bansos - JPNN.com
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Foto: Instagram/smindrawati

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan rasa syukurnya untuk dua hal sekaligus.

Pertama adalah karunia dari Sang Pencipta yang membuat Mbak Ani -panggilan kondangnya- tetap sehat pada masa pandemi penyakit virus corona 2019 (Covid-19). Kedua adalah rasa syukurnya untuk realisasi program perlindungan sosial yang terus meningkat.

Menteri Sri Mulyani mengungkapkan rasa syukurnya melalui akunnya di Instagram belum lama ini. Dalam unggahan di akun @smindrawati di Instagram, perempuan kelahiran 26 Agustus 1962 itu juga menyertakan sebuah foto dengan pose dirinya memangku balita.

“Setiap menatap bulan purnama, Saya juga selalu diingatkan bahwa sebagai manusia kita harus selalu bersyukur atas apa yang telah dianugrahkan-Nya kepada kita. Saya bersyukur karena Sang Pencipta telah memberikan kesehatan kepada Saya ditengah-tengah persoalan bangsa yang sedang berusaha bangkit,” tulisnya.

“Saya juga bersyukur melihat perkembangan realisasi program perlindungan sosial yang kian hari kian menunjukkan peningkatan hasil,” sambungnya. ??

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu memerinci, realisasi anggaran di bidang perlindungan sosial sudah mencapai Rp 85,34 triliun. Realisasi anggaran perlindungan sosial itu menjangkau 40 juta orang pada kelompok miskin hingga tidak mampu untuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), 80 juta orang untuk Kartu Sembako, dan 40 juta orang untuk penerima bansos tunai.

Unggahan itu pun kebanjiran respons bernada positif dari para netizen. Hampir semua komentar mengapresiasi pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mewanti-wanti para menteri di Kabinet Indonesia Maju meningkatkan realisasi anggaran dengan tujuan menopang beban belanja masyarakat terdampak pandemi COVID-19, serta menggerakkan perekonomian. Presiden Ketujuh RI itu juga menyatakan, penyerapan paling besar di sektor perlindungan sosial sebesar 38 persen.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara