JPNN.com

Tawaran Kerja Sama Pelabuhan & Bandara, Begini Respons Kadin

Rabu, 22 November 2017 – 17:42 WIB Tawaran Kerja Sama Pelabuhan & Bandara, Begini Respons Kadin - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengapreasiasi langkah Kementerian Perhubungan, yang menawarkan kerja sama pemanfaatan dan kerja sama operasional sejumlah pelabuhan dan bandara kepada swasta nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto menilai, langkah Kemenhub akan memberikan dampak positif terhadap kondisi transportasi nasional di masa mendatang.

Menurutnya, penawaran kerja sama pelabuhan dan bandara akan mempertegas peran pemerintah sebagai regulator dan swasta sebagai operator.

Selain itu, akan terjadi penghematan anggaran negara yang selama ini digunakan untuk pelabuhan dan bandara yang berada di bawah operasional Kemenhub.

Dengan begitu, alokasi APBN juga akan semakin efektif dan bisa diarahkan pada pembangunan infastruktur transportasi lainnya, khususnya yang berada di wilayah terpencil dan terdalam di Indonesia Timur.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya langkah ini, karena Kemenhub telah menawarkan swasta nasional lebih dahulu,” ujar Carmelita.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan menawarkan kerja sama operasi 20 pelabuhan dan 10 bandara kepada BUMN dan pihak swasta. Kerja sama operasi ini pun telah mendapat persetujuan Presiden RI Joko Widodo.

Adapun, 20 pelabuhan tersebut di antaranya, Pelabuhan Sintete, Pelabuhan Tenau Kupang, Pelabuhan Ende, Pelabuhan Badas, Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Kalabahi. Sementara bandara yang dikerjasamakan operasinya antara lain, Bandara Komodo dan Bandara Radin Inten.

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) ini juga memberikan catatan dalam kolaborasi pemerintah dan swasta agar bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

"Kami berharap, agar pelabuhan dan bandara yang ditawarkan kerja samanya dengan swasta nasional merupakan pelabuhan dan bandara yang memiliki nilai profit," katanya.(chi/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...