Tawuran yang Menewaskan Hendra Dipicu Saling Ejek di Medsos, Duh

Tawuran yang Menewaskan Hendra Dipicu Saling Ejek di Medsos, Duh
Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto saat memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis (20/8). Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA SELATAN - Aksi tawuran yang menewaskan seorang remaja bernama Hendra Baran Kumara di Jalan Bangka XI C, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dipicu aksi saling ejek di media sosial (medsos).

Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto menyatakan para pelaku tawuran kerap memanfaatkan medsos sebagai ajang untuk saling mengejek dan menguji nyali.

"Kalau saya melihat, pendapat saya masalah menggunakan media sosial. Kalau dulu memang trennya tawuran ketika ada ketersinggungan langsung, memang waktu itu belum ada media sosial," kata Agus di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (20/8).

Agus menegaskan, fenomena tawuran yang berawal dari provokasi di medsos itu membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Apalagi sampai ada yang tewas.

Pasalnya, pada kolom-kolom komentar akun milik pelaku cenderung berbau menghasut kelompok lain.

"Ini fenomena yang membutuhkan perhatian serius bagi kita semua, tanggung jawab kita bersama. Apabila menyimak dari beberapa akun, di kolom komentarnya cenderung provokatif," ujar Agus.

Oleh karena itu, kata Agus, sebagai langkah preventif membutuhkan pembinaan agar bisa menggunakan medsos dengan bijak.

"Masih banyak hal-hal bagus bisa digunakan sebagai ajang pertemanan. Namun ini salah digunakan saja," ucapnya.

Hendra Baran Kumara tewas dalam aksi tawuran di Jalan Bangka XI C, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dipicu saling ejek di medsos.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News