Teh Botol

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Teh Botol
Puan Maharani. Foto: Ricardo/JPNN.com

Hal itu terlihat dalam aktivitas Ganjar yang dianggap berlebihan di media sosial. Pacul juga menyebut Ganjar keminter, sok pintar.

Api yang terbakar lalu disiram minyak oleh Puan yang menimpali bahwa seorang pemimpin harusnya bekerja dan turun ke bawah menemui rakyat, bukan sibuk di media sosial setiap hari. Puan tidak menyebut nama, tetapi jelas yang ditarget adalah Ganjar.

Selain aktif dan populer di media sosial, Ganjar juga selalu mendapat skor tinggi dalam berbagai survei capres.

Namanya hampir selalu masuk tiga besar capres unggulan dalam berbagai survei oleh beberapa lembaga.

Namun, popularitas di medsos dan keunggulan di survei tidak menjadi jaminan akan mendapat rekom partai pada 2024. Begitu kata Pacul.

Ganjar lebih banyak pasif dalam menghadapi serangan Pacul ini.

Namun, warganet malah makin riuh mendukung Ganjar. Paling tidak ganjar populer di medsos dan unggul di survei, meski pun Ganjar dianggap tidak bekerja.

Bagi Pacul, Puan Maharani adalah harga mati. Seperti tagline iklan teh botol yang populer, Puan menjadi pendamping makanan apa saja yang dimakan capres 2024.

Dan itu berarti juga bahwa Puan sudah tidak lagi menjadi teh botol. Namun, mudah-mudahan Puan juga tidak termasuk dalam kategori tebotol.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News