Teka-Teki Penyebab Meninggalnya Dua Dokter Anggota IDI

Teka-Teki Penyebab Meninggalnya Dua Dokter Anggota IDI
Warga menggunakan masker wajah saat melintasi kawasan MH. Thamrin, Jakarta, Selasa (3/3). Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Pimpinan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengemukakan, hingga kini belum ada informasi resmi terkait penyebab dua dokter meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit di Jakarta, Jumat (20/3).

Ketua IDI Cabang Kota Bekasi Dr Komaruddin Askar kepada ANTARA di Jakarta, Minggu pagi, mengemukakan, dua dokter yang meninggal merupakan anggota IDI Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Semuanya dokter anggota IDI Kota Bekasi. Mereka selalu hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan," kata

Dokter asal Kota Bekasi yang meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur, kata Komaruddin, didiagnosa menderita diabetes.

Sedangkan dokter asal Kabupaten Bogor yang meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto didiagnosa mengalami gagal ginjal. "Beliau sempat menjalani cuci darah," katanya.

Komaruddin mengatakan dua dokter tersebut diketahui merupakan ahli bedah dan dokter yang memiliki keahlian spesifik dalam mengobati penyakit yang berkaitan dengan telinga, hidung dan tenggorokan (THT).

"Mereka bukan hanya menangani pasien COVID-19. Mereka dokter bedah dan THT," katanya.

Terkait kabar bahwa dokter yang meninggal terinfeksi virus corona (COVID-19), Komaruddin mengatakan, laporan medis dari rumah sakit terkait belum diterima pihaknya.

Pimpinan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi, Jawa Barat mengemukakan, penyebab pasti meninggalnya dua anggotanya belum diketahui sampai sekarang/

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News