Jumat, 16 November 2018 – 22:50 WIB

Teliti Penggunaan Medsos untuk Pemilu, Bawa Fayakhun Raih Gelar Doktor

Rabu, 27 Mei 2015 – 07:40 WIB
Teliti Penggunaan Medsos untuk Pemilu, Bawa Fayakhun Raih Gelar Doktor - JPNN.COM

Politikus Partai Golkar Fayakhun Andriadi. FOTO: ist

JAKARTA - Politikus Partai Golkar Fayakhun Andriadi menyabet gelar doktor bidang ilmu politik dari Universitas Indonesia, Selasa (26/5). Disertasinya berjudul 'Demokrasi Era Digital: Studi Kasus Penggunaan Media Sosial dalam Partisipasi Politik Oleh Pendukung Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2017’. 

Dalam disertasi itu, Fayakun mengemukakan penggunaan media sosial sebagai sarana baru dalam mengekspresikan partisipasi politik.

Menurut Kun, sapaan akrabnya, di samping sarana konvensional, media sosial juga dimanfaatkan oleh tim sukses pasangan tersebut. Jadi, partisipasi politik tidak hanya dilakukan secara fisik, tapi juga secara maya dengan menggunakan sarana media sosial.

"Penggunaan media sosial sebagai sarana baru partisipasi politik merupakan pelengkap (komplementer) dari bentuk partisipasi politik konvensional. Konvensional itu seperti kampanye dan sosialisasi melalui pengerahan massa, spanduk, baliho, iklan, dan lain sebagainya," kata Kun dalam sidang terbuka yang digelar di Gedung F Lantai 2 Fisip Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, Jawa Barat.

Menurut Kun, ada empat bentuk partisipasi politik yang dilakukan secara maya, yakni kampanye, sosialisasi, menjadi saksi, dan melakukan penggalangan dana. 

Keempat partisipasi politik yang termasuk dalam kategori aktifitas elektoral (electoral activity) tersebut dilakukan dengan menggunakan sarana media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, Website, dan lain sebagainya.

"Secara umum, partisipasi politik menggunakan media sosial memberikan nilai efektifitas dan efisiensi tersendiri yang melengkapi (komplementer) dan menunjang partisipasi politik dengan menggunakan media non digital. Meski demikian, media sosial juga memiliki beberapa titik lemah, diantaranya pada problem efek negatif amplifikasinya dan anonimitasnya," kata Ketua Umum Kelompok Intelektual Muda Partai
Golkar (KIMPG) itu.

Nah, dari penelitian itu disimpulkan bahwa telah terjadi transformasi dari aktifitas partisipasi politik ruang fisik menuju partisipasi politik ruang maya yang dilakukan oleh sebagian pemilih. 

SHARES
TAGS   fayakhun
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar