Teman-temannya di Final Piala Dunia, Marko Simic di Persija

Teman-temannya di Final Piala Dunia, Marko Simic di Persija
Marko Simic. Foto: Evan Zumarli/dok.JPNN.com

Bertemu Perancis di final dikatakannya bagai ulangan semi final pada Piala Dunia 1998. Kala itu, Kroasia memang kalah atas tim berjuluk Ayam Jantan itu. Tapi untuk kali ini Simic memprediksi ada peluang Kroasia bisa jadi juara dunia kali pertama. ’’50:50 memang untuk kedua tim. Tapi harusnya Kroasia bisa menang,’’ terangnya.

Syaratnya, Kroasia harus memaksimalkan waktu untuk recovery dengan baik. Dibandingkan Perancis, Luka Modric dkk fisiknya lebih terkuras. Tiga pertandingan yang dijalani sejak Babak 16 Besar sampai Semi Final harus dilalui lewat babak tambahan waktu.’’Jadi kalau lawan Perancis sebaiknya bermain open play,’’ jelasnya.

Dia yakin, pelatih Kroasia Zlatko Dalic yang juga menanganinya di Timnas U-21 lalu punya strategi jitu untuk menaklukkan Perancis. Salah satunya adalah memaksimalkan kekuatan lini tengah Kroasia.

Jika bisa mengatasi pemain-pemain seperti Paul Pogba, N’Golo Kante, dan Blaise Matuidi, dia yakin Piala Dunia 2018 kali ini akan pulang ke negara beribukota Zagreb tersebut.

Pemain yang musim lalu bermain untuk Melaka United itu sebenarnya punya 1 tiket untuk menonton final Piala Dunia 2018. Sayang, tiket tersebut harus hangus karena dua hari usai final Persija bakal melawan Bali United (17/7) di Stadion Sultan Agung, Bantul. ’’Ya saya harus bermain lawan Bali United. Tidak bisa menonton langsung kawan-kawan saya di final,’’ ucapnya.

Walau sudah tidak lagi satu tim, Simic mengaku komunikasi dengan mantan rekan-rekannya di Timnas Kroasia U-21 masih terjalin dengan baik. Khususnya dengan Lovren, Vida, dan Perisic. Bahkan, dengan ketiga pemain tersebut Simic sering mengadakan acara kumpul-kumpul dan bertemu di Zagreb saat liburan.

Di luar itu, komunikasi lewat jejaring sosial hampir sering dilakukan. Kebanyakan saling sharing ilmu latihan saja. ’’Kalau Lovren sering bercanda dan bilang saya seperti Christiano Ronaldo, bahkan lebih kuat,’’ kenangnya lantas tertawa.

Simic tidak memungkiri masih menyimpan mimpi bisa berseragam timnas Kroasia lagi. Bisa bermain bersama teman-temannya yang dulu pernah merasakan suka duka bersama di timnas Kroasia U-21. ’’Sudah seperti keluarga. Jadi rindu itu selalu ada,’’ ujarnya. (rid)


Striker Persija, Marko Simic, pernah berkostum Timnas Krosia U-21bersama Dejan Lovren, Ivan Perisic, Andrej Kramanic, Ivan Rakitic.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News