Temuan Ilmuwan soal Jenis Baru Virus Corona dari Inggris

"Hasil pendahuluan dari studi kohort menemukan: tidak adanya perbedaan signifikan dalam hal statistik soal jumlah orang yang masuk rumah sakit dan kematian setelah 28 hari dari kasus dengan jenis baru dengan kasus jenis ganas," bunyi pernyataan penelitian tersebut.
Tidak ada perbedaan signifikan pada kemungkinan tertular kembali, sebagaimana dibandingkan dengan jenis lain, tambah pernyataan.

Namun penelitian ini menambahkan "tingkat serangan sekunder", atau proporsi kontak kasus terkonfirmasi yang membentuk penyakit sendiri, lebih tinggi dalam kelompok orang yang terinfeksi virus jenis baru.
Selasa kemarin, seorang epidemiolog penasihat Pemerintah Inggris, Andrew Hayward, memperingatkan jika Inggris akan menghadapi "bencana" sampai minggu-minggu ke depan jika tidak mengambil aksi lebih tegas dalam menghadapi virus jenis baru.
Inggris melaporkan 53.135 kasus baru COVID-19 hari Selasa, jumlah terbanyak sejak tes massal dimulai pertengahan 2020 lalu.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, telah setuju untuk memberlakukan aturan yang lebih ketat bagi beberapa daerah di negara tersebut, yang disebut 'Tier 4', menurut laporan sejumlah media di Inggris.
Diproduksi oleh Natasya Salim.
Jenis COVID-19 dari Inggris nampaknya tidak menimbulkan sakit yang parah melebihi jenis lain, menurut sebuah penelitian
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina
- Dunia Hari Ini: Pakistan Tuding India Rencanakan Serangan Militer ke Negaranya
- Dunia Hari Ini: PM Terpilih Kanada Minta Waspadai Ancaman AS
- Dunia Hari Ini: Sebuah Mobil Tabrak Festival di Kanada, 11 Orang Tewas
- Dunia Hari Ini: Siswa SMA Prancis Ditangkap Setelah Menikam Teman Sekelasnya
- Dunia Hari Ini: Gempa Bumi Berkekuatan 6,2SR Mengguncang Turkiye, 150 Warga Luka-luka