Tender Alat Tanding PON Dicurigai Dikorupsi

Tender Alat Tanding PON Dicurigai Dikorupsi
Tender Alat Tanding PON Dicurigai Dikorupsi
"Kalau saya kaji, tendernya ini cepat sekali berlangsung dan belum ditentukan pemenangnya kok sudah ada perusahaan yang ditunjuk untuk menanggulangi, itukan mneyalahi aturan,"ucapnya.

   

Sekretaris Billiar Najib Husen beranggapan, persoalan peralatan harus dipertanggungjawabkan oleh KONI sebab banyak masalah yang terjadi. Contohnya, keberadaan tas kontingen untuk beberapa peserta PON atau Satgas yang tidak mendapatkan. Lalu, Id Card yang diadakan tidak tepat sasaran. Bahkan, kalau perlu diadakan pemeriksaan dimana lokasi pembelian peralatan tanding oleh pihak yang berwenang.

   

"Kita ini menjelang PON baru diberikan, kalau Pelatda jangan dipertanyakan ada atau tidak, uang saku saja susah. Bahkan ada beberapa orang yang mengeluh mempertanyakan kok saya tidak ada tas dan baju maupun seragam olahraga, juga sepatu. Nah, itu bagaimana kinerja panitia alat lelang dalam menunjuk pemenang,"terangnya.

   

Ketua Komisi IV DPRD Sultra Abubakar Lagu menuturkan, DPRD akan mengagendakan pemanggilan terhadap panitia lelang maupun pemenang tender, untuk mempertanyakan apa penyebab dari sembrawutnya pembelian alat tanding. Sebab dana yang digunakan berasal dari APBD. Katanya, kinerja KONI gagal dalam menjalankan persiapan PON hingga pelaksanaan pertandingan sebab yang terjadi hanya keluhan dari cabor.

   

KENDARI - Beragam masalah diajang Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi keluhan atlet. Salah satunya, pengadaan peralatan tanding kontingen Sultra.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News