Tentang Jokowi, Hari Santri, dan Bung Karno

Tentang Jokowi, Hari Santri, dan Bung Karno
Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah saat peringatan hari santri. foto: dok PDIP

Semasa hidup, Bung Karno, juga kerap bahu membahu dengan kaum santri untuk memerdekakan Indonesia.

“Jadi kalau kita bicara PDI Perjuangan dengan kaum santri sesungguhnya amat dekat sekali karena dalam kehidupan sehari-sehari masyarakat orang dari PDI Perjuangan ya pasti juga dengan kaum santri yang mana ketika kita melihat seberapa dekat, amat sangat dekat. Pada saat era Hadratussyaikh Hasyim Asyari, Bung Karno kemudian sampai saat sekarang, tidak ada sebuah perbedaan yang sangat jauh,” urai Gus Falah.

Narasumber lainnya, Zuhairi Misrawi (Gus Mis) cendekiawan muslim PDIP merefleksikan pandangannya betapa santri adalah elemen penting untuk menjaga kepribadian bangsa.

Sebab, tak hanya ilmu akhirat, santri juga mumpuni di bidang ilmu pengetahuan dunia yaitu sains dan teknologi. Hal ini komposisi lengkap untuk menjemput kebahagiaan.

“Kebahagiaan di dunia harus dengan sains dan teknologi harus dengan ilmu pengetahuan, kalau bahagia di akhirat harus menguasai ilmu akherat. Kalau ingin bahagia dunia dan akhretat harus dengan ilmu pengetahuan,” ujar Gus Mis.

Hadir pula dalam dialog itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PDIP Nabil Haroen (Gus Nabil), dia memiliki pesan khusus sebagai alumni pesantren di Hari Santri 2021.

“Apa pesan saya di hari santri ini, saya sebagai alumni pesantren, saya melihat dan merasakan bagaimana kemandirian dibangun di pesantren. Banyak sekali santri luar biasa yang hari ini mengisi peran luar biasa di negeri ini. Jangan patah semangat, Indonesia ada selama santri ada,” ungkap Gus Nabil.

Pesan Hari Santri Nasional juga disampaikan tokoh muda Muhammadiyah Ulfah Mawardi.

Semasa hidup, Bung Karno juga kerap bahu membahu dengan kaum santri untuk memerdekakan Indonesia.