Ternyata, Dua Perusahaan Besar Terlibat Kartel Motor

Ternyata, Dua Perusahaan Besar Terlibat Kartel Motor
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf (kanan) saat menjadi pembicara pada Forum Legislasi dengan tema Menghukum Kartel Melalui Revisi UU Persaingan Tidak Sehat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Harga motor di Indonesia terbilang paling mahal di kawasan ASEAN. Fakta ini, menurut Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf, mengundang kecurigaan KPPU mengenai dugaan adanya praktik kartel motor oleh dua perusahaan besar motor.

“KPPU sudah survei ke sejumlah negara di kawasan ASEAN. Hasilnya, harga jual motor dua merk ternama di Indonesia ternyata paling mahal,” kata M Syarkawi Rauf, kemarin di Pressroom DPR, Senayan Jakarta.

Setelah ditelusuri KPPU, menurut dia, telah terjadi praktik kartel yang diduga dilakukan oleh dua perusahaan besar motor yang selama ini menguasai pangsa pasar motor di Indonesia.

“Dua perusahaan besar motor itu, tidak etis saya ungkap. Biar nanti pengadilan yang mengungkap,” tegas Syarkawi.

Kartel motor yang mereka lakukan, ujar Syarkawi, motifnya untuk menjaga harga motor tetap tinggi dan kedua perusahaan dimaksud meraup keuntunghan besar.

“Kalau KPPU bisa membawa kasus ini ke pengadilan dan hakim mengabulkan tuntutan KPPU. Saya pastikan harga motor di Indonesia pasti lebih (mahal) dibanding Malaysia, Singapura atau Vietnam,”katanya.(fas/jpnn)


Berita Selanjutnya:
Desmond: Kami Ingin Maksimal

JAKARTA – Harga motor di Indonesia terbilang paling mahal di kawasan ASEAN. Fakta ini, menurut Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News