JPNN.com

Teroris ISIS Menyamar Jadi Jurnalis, 29 Nyawa Melayang

Selasa, 01 Mei 2018 – 23:29 WIB Teroris ISIS Menyamar Jadi Jurnalis, 29 Nyawa Melayang - JPNN.com

’’Ada sekitar 49 korban yang menderita luka serius dan kini menjalani perawatan medis,’’ paparnya sebagaimana dikutip Associated Press. Selain itu, ada puluhan korban yang terluka ringan.

Afghan Journalists Safety Committee (AFJSC) mengutuk ledakan dua bom di ibu kota Afghanistan tersebut. Kematian sembilan jurnalis dalam ledakan kedua itu menjadi kehilangan terbesar bagi AFJSC.

Itu merupakan serangan terparah terhadap jurnalis di Afghanistan setelah pembunuhan yang dilakukan Taliban pada 2016. Saat itu, tujuh wartawan Tolo News meninggal di tangan Taliban.

Salah seorang jurnalis yang kehilangan nyawanya dalam ledakan bom bunuh diri di Kabul kemarin adalah Shah Marai. Di Afghanistan, kepala fotografer Agence France-Presse (AFP) itu punya nama besar.

Sebelum menjadi pewarta foto, bapak enam anak tersebut bergabung dengan AFP sebagai sopir pada 1990-an. Saat itu, dia sering membantu liputan AFP terkait dengan Taliban.

Karena bakat dan minatnya terhadap fotografi, AFP lantas mengirimnya ke Prancis untuk menjalani latihan sebagai fotografer. ’’Sekembalinya dari Prancis, dia menjadi fotografer hebat yang lebih banyak mengabadikan momen humanis lewat kameranya,’’ kata Mahfouz Zubaide, reporter BBC yang juga rekan Shah Marai.

Oleh rekan-rekannya sesama fotografer, Shah Marai dikenang sebagai sosok yang kalem, murah senyum, dan pemberani. Sebagai senior, dia juga tidak pelit berbagi ilmu. ’’Ini kehilangan yang sangat besar bagi kami,’’ kata Michele Leridon, direktur koordinator liputan global AFP.

Beberapa jam setelah dua ledakan di Kabul, bom bunuh diri kembali meledak di Afghanistan. Kali ini, ledakan yang menarget konvoi pasukan asing itu terjadi di Provinsi Kandahar.

Sumber Jawa Pos

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...