Terseret Kasus Suap Pajak, Fahri Hamzah Serang KPK dan Singgung Ipar Jokowi

Terseret Kasus Suap Pajak, Fahri Hamzah Serang KPK dan Singgung Ipar Jokowi
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah tak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena namanya diseret dalam kasus suap pajak yang sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Menurut Fahri, langkah jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa-bawa namanya ke persidangan kasus suap justru menunjukkan kepanikan lembaga antirasuah pimpinan Agus Rahardjo itu. Baca juga: Nah, Sidang Suap Ungkap Kejanggalan Pajak Fahri dan Fadli

“Saya terus terang, ini kepanikan KPK yang tidak perlu. Kalau mereka terbiasa dengan jargon ‘kalau bersih kenapa risih’, ‘berani jujur itu hebat’ tidak usah panik. Santai saja,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/5).  

Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu tak kaget ketika namanya disebut dalam persidangan perkara pajak. Sebab, katanya, KPK selalu menggunakan cara-cara seperti itu ketika panik.

“Inilah kelakuan KPK selama ini. Dia (KPK, red) menggunakan metode projustitia untuk mengintimidasi, dan menggunakan ruang sidang untuk menyerang orang,” ujarnya. 
             
Fahri pun mempertanyakan alasan KPK menghubung-hubungkan dirinya dengan perkara suap pajak PT EK Prima Ekspor yangtengah disidangkan. Menurut dia, kalau KPK mau benar-benar membongkar kasus itu maka sebaiknya menelusuri dugaan keterlibatan pejabat hebat di dalam perkara ini.

“Termasuk keterlibatan keluarganya (dugaan keterlibatan adik ipar Presiden Joko Widodo, red) itu. Berani tidak KPK?” kata diia. 

Fahri justru membeber informasi yang didengarnya tentang upaya mengalihkan delik utama perkara yang menyerempet keluarga Presiden Jokowi itu ke pihak lain.  Jadi, lanjut dia, ada upaya membelokkan fakta dari ruang persidangan.

“Kalau belok ke saya dan Fadli Zon (Wakil Ketua DPR), ini bisa dianggap serangan besar,”  ungkapnya.           
             
Ruangan sidang, kata dia, dijadikan tempat untuk membungkam orang. Menurutnya, KPK menggunakan pihak-pihak yang diperiksa untuk menyebut nama pihak lain.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah tak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena namanya diseret dalam kasus suap pajak yang sedang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News