Tertib Aturan, WNI di Australia Beribadah dalam Keterbatasan

"Menurutku ya seperti ibadah biasa. Mungkin yang mengganggu adalah kalau tiba-tiba koneksi tersendat."
"Selain itu biasanya di ibadah face-to-face ada worship untuk mempersiapkan hati. Kali ini harus worship sendiri di rumah sebelum ibadah," ujar Kezia yang pertama kali ikut ibadah online.

"Sebagai jemaat menurutku memang ada bagusnya ibadah online karena bisa mencegah penularan virusnya, dan aku menghargai gereja-gereja yang memberi opsi ini."
Ia berharap keputusan ibadah online juga bisa membantu upaya 'social distancing' yang diterapkan Pemerintah Australia.
Sementara Pendeta Christian berharap dalam situasi sekarang, jemaat tetap bertumbuh di dalam iman, pengetahuan, dan kasih.
"Kiranya social distancing ini tidak dibarengi dengan spiritual distancing yang membuat kita semakin jauh dari Tuhan dan satu sama lain," ucapnya.
Selain kebaktian hari minggu, pengurus gereja juga mengalihkan sejumlah kegiatan ICC di luar ibadah Minggu, seperti persekutuan doa dan seminar mingguan, yang kini bisa diakses online.
Untuk menekan laju penyebaran virus corona, pemerintah Australia telah memperketat aturan social distancing atau menjaga jarak antar warga
- Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Anthony Albanese Tetap Jadi PM
- Korea Selatan dan Australia Ramaikan Semarang Night Carnival 2025
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina
- Dunia Hari Ini: Pakistan Tuding India Rencanakan Serangan Militer ke Negaranya
- Dunia Hari Ini: PM Terpilih Kanada Minta Waspadai Ancaman AS