The Real Winner is Qatar

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

The Real Winner is Qatar
Pertunjukan kembang api di sekeliling balon trofi Piala Dunia yang berlangsung jelang sepak mula partai final Piala Dunia 2022 antara Argentina melawan Prancis di Stadion Lusail, Al Daayen, Qatar, Minggu (18/12/2022). (ANTARA/Gilang Galiartha)

Kepemimpinan Thayep Erdogan banyak dikagumi oleh umat Islam internasional.

Akan tetapi, gaya politik Erdogan yang cenderung otiriter membuatnya banyak musuh.

Iran sejak lama ingin diakui sebagai republik Islam yang menjadi contoh bagi negara-negara berpenduduk muslim di seluruh dunia.

Akan tetapi, Iran adalah negara syiah, sementara dunia Islam internasional mayoritas sunni.

Kepemimpinan syiah masih tetap dicurigai oleh penganut sunni.

Di antara kevakuman itu Qatar muncul dengan ide brilian dengan memanfaatkan diplomasi olahraga sebagai sarana dakwah Islam.

Sukses penyelenggaraan Piala Dunia ini akan dikenang sepanjang masa, dan nama Qatar akan selalu harum di kalangan dunia Islam dan kalangan internasional pada umumnya.

Investasi besar untuk Piala Dunia sudah terbayar instan dengan keharuman nama Qatar dan banyaknya kunjungan turis di masa mendatang.

Sang juara adalah Messi, tetapi juara yang sesungguhnya adalah Qatar. Juara sebenarnya pada perhelatan Piala Dunia ini tidak lain adalah tuan rumah Qatar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News