JPNN.com

Tidak Minta Upah tapi Kalau Ada yang Memberi Uang Dia Terima

Minggu, 24 Maret 2019 – 00:33 WIB Tidak Minta Upah tapi Kalau Ada yang Memberi Uang Dia Terima - JPNN.com

jpnn.com - Setiap banjir melanda Desa Gesing, Purwodadi, Purworejo, Jateng, sejumlah pria dewasa desa itu tak segan berendam di air seharian. Demi membantu pengguna jalan keluar dari genangan air. Tanpa upah atau imbalan. Berikut kisahnya.

HENDRI UTOMO, Purworejo

PAGI itu, jalan menuju Pantai Jatimalang, Purwodadi, Purworejo lumpuh total. Tepatnya di wilayah Desa Gesing. Tepat di utara Jalan Daendels. Sungai Lereng meluap. Karena hujan dua hari berturut-turut. Anak Sungai Bogowonto itu bermuara di Pantai Congot.

Pengguna jalan arah Purworejo – Jogjakarta pun kelimpungan. Banjir terjadi sejak Minggu (17/3) hingga sehari berikutnya. Setiap tahun kawasan itu memang langganan banjir.

Setiap tahun pula jalan penghubung Purworejo - Kulonprogo di wilayah Bagelen tertutup air. Tak bisa dilalui kendaraan. Karena tinggi air lebih tinggi dari knalpot atau mesin kendaraan. Roda empat harus memutar lewat Jalan Dandels via Grabag. Tembus di Kutoarjo. Lalu memutar ke Purworejo.

Demikian pula sebaliknya. Jalan-jalan tikus pun tegenang air. Bahkan, ketinggian air di jalur alternatif Purworejo – Jogjakarta di Desa Karangsari dan Watukoro, Purwodadi mencapai lutut orang dewasa. Di Desa Gesing malah lebih dari satu meter.

Permukiman warga terendam air. Ratusan orang mengungsi. Tapi mereka tak kehilangan akal. Mobilitas harus tetap berjalan. Mereka memakai perahu dan gerobak untuk menerobos banjir. Bukan untuk mereka sendiri. Juga demi menolong orang lain.

Salah satunya Akun, 48. Keluarganya terisolasi. Air di halaman rumahnya setinggi satu meter. Dia menganggap kondisi itu sudah biasa. Makanya dia seperti tak menganggap banjir sebagai beban. Bahkan dia rutin turun ke jalan. Untuk keseran. Menerobos banjir. Untuk menyeberangkan orang lain dengan gerobak atau perahu.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...