Tiongkok Meresahkan, Amerika Kirim Drone dan Rudal Canggih ke Taiwan

Tiongkok Meresahkan, Amerika Kirim Drone dan Rudal Canggih ke Taiwan
Drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat. Foto: Reuters

Komite Hubungan Internasional Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS berkewajiban mengevaluasi dan menghentikan rencana penjualan senjata dari pemerintah lewat proses peninjauan informal sebelum Departemen Luar Negeri melayangkan surat pemberitahuan resmi ke legislatif.

Sejumlah narasumber mengatakan rencana penjualan senjata itu telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri dan informasi itu telah disampaikan ke ketua komite terkait di Senat.

Reuters pada Senin (12/10) memberitakan Kongres telah menerima pemberitahuan tidak resmi mengenai penjualan truk peluncur roket, yang disebut Sistem Artileri Roket Mobilitas Tinggi (HIMARS), buatan Lockheed Martin Corp.

Tidak hanya itu, senjata lain yang akan dijual antara lain, rudal jelajah udara ke darat jarak jauh yang dinamakan SLAM-ER buatan Boeing, serta alat sensor/pelacak eksternal untuk jet tempur F-16 yang memungkinkan pengiriman data visual secara langsung (real time) dari stasiun pengawas di lapangan ke pilot di ketinggian.

Sementara itu, Kedutaan Besar Tiongkok di Washington memilih mengutip pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijiam saat diminta tanggapannya terkait rencana penjualan senjata dari AS ke Taiwan.

Zhao mengatakan penjualan senjata itu akan mengancam kedaulatan Tiongkok serta tujuan menjaga keamanan wilayah. Ia mendesak Washington untuk mengakui ancaman dan risiko di balik penjualan senjata itu serta segera membatalkannya.

“Tiongkok akan memberi tanggapan yang sah dan diperlukan sesuai dengan bagaimana situasi ini berkembang nantinya,” kata Zhao.

Tiongkok masih menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang akan disatukan dengan wilayah daratan. Otoritas di Tiongkok menunjukkan pihaknya tidak ragu menggunakan cara-cara yang memaksa jika itu dibutuhkan. Namun bagi Washington, Taiwan merupakan wilayah demokratis yang strategis sehingga AS, sebagaimana dimandatkan oleh Undang-Undangnya, berkewajiban membantu Taiwan untuk membela diri.

Taiwan mendapat pasokan beragam senjata canggih dari Amerika seiring dengan meningkatnya ancaman dari Tiongkok

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News