JPNN.com

TKN Anggap Wacana Pansus Kecurangan Pemilu Prematur

Kamis, 25 April 2019 – 16:59 WIB TKN Anggap Wacana Pansus Kecurangan Pemilu Prematur - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin, Johnny Gerard Plate menilai wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) di DPR terkait dugaan kecurangan Pemilu 2019 merupakan sebuah bentuk kepanikan.

Johnny mengingatkan sebaiknya tidak usah panik dengan memberikan pernyataan-pernyataan yang berlebihan di ruang publik. “Kalau terkait dengan pansus pemilu, nah saat ini yang mau dibuat pansus itu apa? Hasil pemilu saja belum ada,” kata Johnny di gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/4).

Karena itu, sekretaris jenderal Partai Nasdem itu menilai gagasan pembentukan pansus itu prematur. Menurut Johnny, lebih bagus saat ini mengawal rekapitulasi dan penghitungan suara manual dengan cepat dan akurat. “Itu yang kami lakukan. Di sana-sini barangkali ada kekurangan atau kesalahan, ada mekanisme (penyelesaian) yang diatur undang-undang,” ujarnya.

Johnny menyarankan, kalau ada dugaan kecurangan atau hal dianggap merugikan partai politik maupun pasangan capres dan cawapres, bisa disampaikan sesuai mekanisme yang berlaku. Dia menjelaskan, jika terkait sengketa administrastif maka akan ditangani Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu.

(Baca Juga: Real Count KPU Pilpres 2019: Ada Provinsi Besar Dimenangi Prabowo – Sandi)

Terkait sengketa etik serahkan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Nah, setelah penghitungan suara maka ada mekanismenya untuk menyelesaikan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). “Kalau ada tindak pemilu, maka ini serahkanlah pada Gakkumdu untuk tangani itu,” katanya.

Johnny sangat setuju kalau tindak kriminal pemilu dan penjahat-penjahat demokrasi dihukum keras, supaya perbuatan itu tidak diulang lagi. Sebab, semua ingin pemilu ini langsung, umum, bebas, rahasia jujur, adil, dan jurdil. “Jangan ada  tindakan kriminal pemilu itu. Kalau ada selesaikan itu,” katanya.

Dia menilai secara umum pemilu berjalan baik. Rakyat mencoblos dengan baik. Sudah ada rekonsiliasi sosial di masyarakat. Mereka sudah kembali ke rumah, dan bekerja seperti biasa. Dunia internasional mengapresiasi tinggi untuk Indonesia yang melaksanakan pemilu serentak. Bahkan, dengan tingkat partisipasi pemilu terbesar di dunia.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...