TNI AD Siapkan Tujuh Jenderal

Calon KSAD Mengerucut ke Tiga Nama

TNI AD Siapkan Tujuh Jenderal
TNI AD Siapkan Tujuh Jenderal
Lalu, Kasum Mabes TNI Letjen TNI Johanes Suryo Prabowo (alumnus Akabri 1976), Rektor Unhan Letjen TNI Syarifudin Tipe (alumnus Akabri 1975), Sesmenko Polhukam Letjen Hotmangaraja Panjaitan (alumnus Akabri 1977) dan staf ahli Panglima TNI Letjen M Noer Moeis (alumnus Akabri 1976).  Wiryantoro menjelaskan, untuk pemilihan KSAD adalah hak prerogratif dari panglima tertinggi yakni Presiden SBY. "Tidak perlu melalui persetujuan DPR," katanya.

Dia berharap, pihak-pihak di luar TNI AD bisa memberi masukan dengan arif dan bijak. "Juga, mohon dengan data-data yang akurat ke media. Kemarin saya baca ada anggota DPR salah menyebut usia dan juga salah angkatan," katanya.  TNI AD, lanjutnya, berterimakasih jika pergantian KSAD jadi sorotan publik.  "Itu tandanya TNI selalu dan semakin dicintai rakyat," katanya.

Secara terpisah, Haris Azhar, koordinator LSM yang didirikan almarhum Munir, Kontras (Komisi untuk orang hilang dan korban kekerasan) mendesak calon KSAD harus clear dalam kasus HAM. "Kalau kita lihat rekam jejak ke belakang, teutama yang pernah di Kopassus terkait tragedi Timor Leste," kata Haris. Meski tidak menyebut nama, komentar ini merujuk pada Letjen Pramono Edhi Wibowo yang pernah menjadi komandan group Kopassus saat peristiwa Timor Leste tahun 1999. "Dia juga pernah dicekal masuk AS," lanjut Haris.

Peneliti militer Universitas Indonesia Rizal Darmaputera menilai ada tiga nama yang peluangnya menguat. Yakni, Letjen Budiman, Letjen Pramono dan Letjen Marciano. "Ketiganya pernah masuk dalam lingkaran Istana," kata Direktur Lembaga Studi Pertahanan dan Strategi Indonesia ini.

JAKARTA---Mabes TNI AD menyiapkan tujuh jenderal bintang tiga untuk diusulkan menggantikan Kepalas Staf Angkatan Darat Jenderal George Toisutta yang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News