TNI AL Belajar Cara Mengelola Museum di Inggris dan Belanda

TNI AL Belajar Cara Mengelola Museum di Inggris dan Belanda
Prajurit TNI AL dalam hal ini Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarahal) melaksanakan riset mengenai manajemen dan penyajian koleksi museum Angkatan Laut dan kemaritiman di Belanda dan Inggris. Foto: Dispenal

“Kami banyak mendapatkan inspirasi dari tampilan koleksi benda-benda bersejarah di sana. Bahkan sisa reruntuhan kapal perang kuno dan pesawat terbang yang tertembak dalam perang pun mampu mereka tampilkan secara sangat apik di depan publik,” ungkap Kadisjarahal.

Tim Disjarahal juga mendapatkan pelajaran berharga tentang pengeloaan floating museum di Den Helder, Amsterdam, London, dan Portsmouth yang merupakan kapal asli dan masih terawat baik.

Marine Museum di Den Helder memiliki dua kapal asli yang diapungkan yaitu kapal tempur jenis ironclad Hr. Ms. Scorphioen buatan tahun 1868 dan kapal penyapu ranjau Hr. Ms. Abraham Crinjssen buatan tahun 1936 serta sebuah kapal selam buatan tahun 1962 Hr. Ms. Tonijn yang dipajang di daratan.

Sementara itu, di Museum Royal Navy Museum memiliki koleksi HMS Victory yang dikomandani Laksamana Nelson terlibat dalam Pertempuran Trafalgar 1805 dan kapal perang bertenaga hibrid uap dan layar, HMS Warrior, yang diresmikan tahun 1861.

Hal ini menarik untuk dikaji karena sampai saat ini Indonesia belum memiliki jenis museum dan koleksi seperti itu.

Salah satu objek riset museum yang menjadi perhatian Tim Disjarahal adalah museum reruntuhan kapal yang berada di Portsmouth yaitu Mary Rose Museum.

Mary Rose merupakan kapal layar Kerajaan Inggris yang tenggelam dalam pertempuran melawan armada Prancis di perairan utara Isle of Right pada tahun 1545.

Kapal tersebut berhasil diangkat pada tahun 1982 dan dibuatkan museum khusus dengan display yang memukau dan narasi historis yang lengkap.

TNI AL dalam hal ini Disjarahal melaksanakan riset mengenai manajemen dan penyajian koleksi museum Angkatan Laut dan kemaritiman di Inggris dan Belanda.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News