JPNN.com

TNI Gadungan Berpangkat Mayor Ini Tak Berkutik Saat Dijemput Petugas, Lihat Fotonya

Senin, 13 Juli 2020 – 01:30 WIB
TNI Gadungan Berpangkat Mayor Ini Tak Berkutik Saat Dijemput Petugas, Lihat Fotonya - JPNN.com
AK alias Wawan saat menjalani pemeriksaan di Kantor Satreskrim Polresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, karena mengaku sebagai anggota TNI Angkatan Darat. ANTARA/HO-Satreskrim Polresta Banyumas

jpnn.com, PURWOKERTO - Seorang anggota TNI AD gadungan berinisial AK, 31, alias Wawan asal Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, ditangkap petugas gabungan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kini pelaku tengah diamankan di Polresta Banyumas.

"Kasus ini bermula kunjungan pelapor berinisial AS, 52, beserta istri dan kedua anaknya ke rumah kakaknya, Ans, warga Kelurahan Mersi, Kecamamatan Purwokerto Timur, pada pertengahan bulan Mei 2020 dalam rangka buka puasa bersama," kata Kepala Polresta Banyumas Kombes Pol. Whisnu Caraka didampingi Kepala Satreskrim AKP Berry di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu.

Dalam kesempatan itu, kata dia, Ans beserta istrinya memperkenalkan seorang laki-laki berinisial AK, 31, alias Wawan yang mereka akui sebagai anak angkat dan hendak dijodohkan dengan putri dari AS, yakni ARA (20).

Saat itu, Ans beserta istrinya mengatakan bahwa anak angkat mereka bekerja sebagai anggota TNI Angkatan Darat berpangkat Mayor yang berdinas di Kopassus Grup 3 Cijantung.

Ans beserta istrinya yang merupakan kakak dari AS terus berupaya membujuk pelapor agar menikahkan anaknya dengan anak angkat mereka.

Selang satu minggu kemudian, Ans beserta istri dan Wawan mendatangi rumah AS di Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, dengan maksud untuk melamar anaknya, yakni ARA.

Oleh karena yang datang adalah kakak kandungnya dan hendak menjodohkan anaknya dengan seorang anggota TNI, AS akhirnya menuruti keinginan Ans dan mereka sepakat untuk menggelar pernikahan ARA dan Wawan pada tanggal 29 Juni 2020.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
budi