TNI Harus Profesional Saat Pilkada

TNI Harus Profesional Saat Pilkada
Sejumlah anggota Polri dan prajurit TNI mengikuti apel gabungan pergeseran pasukan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Selasa (18/4). Sebanyak 62 ribu personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk pengamanan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Putaran final pemungutan suara pemilihan Gubernur DKI Jakarta tengah berlangsung.

Personel keamanan termasuk TNI juga sudah mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi warga ibukota tersebut.

Keberadaan mereka memang diharuskan memberikan rasa aman dan damai kepada masyarakat dan petugas KPPS mulai dari rumah

menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS), saat melakukan pencoblosan hingga kembali lagi ke rumah masing-masing.

Tugas yang diemban personel TNI dan Polri ini merupakan tugas mulia, karena bertujuan untuk menjamin warga Jakarta aman,

tenteram dan damai, tanpa tekanan dan unsur premanisme saat melaksanakan pesta demokrasi.

Kasus Iwan bopeng menjadi pelajaran serius premanisme menyerang petugas KPPS

“Tugas personel TNI dan Polri adalah menjamin keamanan warga Jakarta yang akan melakukan pencoblosan di masing-masing TPS

Putaran final pemungutan suara pemilihan Gubernur DKI Jakarta tengah berlangsung.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News