Tuntut Kemerdekaan Papua, Massa AMP Diadang 2 Ormas Bali, Bentrok

Tuntut Kemerdekaan Papua, Massa AMP Diadang 2 Ormas Bali, Bentrok
Aliansi Mahasiswa Papua Komite Bali saat beraksi di Renon, Denpasar, Rabu (1/12/2021) menyuarakan kemerdekaan Papua. (Sentot Prayogi/JPNN.com)

jpnn.com, DENPASAR - Aksi unjuk rasa yang menuntut kemerdekaan Papua di Denpasar, Bali pada Rabu (1/12) berujung bentrok dengan dua organisasi masyarakat atau ormas di Pulau Dewata.

Bentrokan terjadi setelah massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRIWP) yang menuntut kemerdekaan Papua diadang oleh puluhan anggota ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali dan Ksatria Keris Bali.

Tuntut Kemerdekaan Papua, Massa AMP Diadang 2 Ormas Bali, Bentrok

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Bali saat terlibat bentrok dengan 2 ormas di Denpasa, Bali, Rabu (1/12). (Sentot Prayogi/JPNN.com)

Rencana AMP dan FRIWP berdemo di depan Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS), di Bundaran Hang Tuah pun gagal. Pasalnya, mereka diadang oleh massa dua ormas di Bali itu sekitar 300 meter dari Kantor Konjen AS.

Aksi demo itu diawali dengan berkumpulnya massa AMP dan FRIWP di sekitar Lapangan Bajra Sandhi Renon sekitar pukul 07.00 WITA. Berubah dari rencana awal pukul 10.00 WITA.

Sementara itu, Ormas PGN dan Ksatria Keris Bali juga menurunkan puluhan massanya untuk mengadang massa AMP Bali.

Selanjutnya, sekitar pukul 08.00 WITA, massa AMP Bali dan FRIWP mulai bergerak menuju Konjen AS, tetapi diadang massa PGN Bali dan Keris Bali.

Massa AMP yang menunut kemerdekaan bagi Papua diadang 2 ormas Bali, PGN dan Ksatria Keris Bali sehingga berujung bentrok. Sejumlah orang terluka.