TWK tak Tercantum dalam Rencana Kerja, Wamenkumham: Fokus Kami Bukan Itu

TWK tak Tercantum dalam Rencana Kerja, Wamenkumham: Fokus Kami Bukan Itu
Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej. Foto: diambil dari setkabgoid

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej menyebutkan bahwa rencana kerja instansi yang dipimpinnya fokus memperbaiki fasilitas di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Eddy, sapaan Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan itu demi menjawab pernyataan anggota Komisi III DPR Benny K Harman yang menyoroti tidak tercantumnya TWK di dalam rencana kerja Polri, Kejaksaan Agung, serta Kementerian Hukum dan HAM pada anggaran 2022.

"Bahwa memang salah satu sumber utama adalah persoalan overcrowding atau over kapasitas di lapas," kata alumnus Universitas Gadjah Mada itu saat pimpinan Kemenkumham mengikuti rapat kerja dengan Komisi III di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (7/6).

Lanjut dia, ketika berbicara kelebihan kapasitas berkaitan juga dengan ranah yudikatif di dalam memutus perkara.

Setidaknya dengan menekan jumlah warga binaan terus bertambah.

"Jadi, memang terjadi over crowded dengan berbagai permasalahan kriminal di lapas itu jadi perhatian bersama," tutur Eddy.

Anggota Komisi III Benny K Harman menyoroti soal TWK yang tidak tercantum di dalam rencana kerja Polri, Kejaksaan Agung, serta Kementerian Hukum dan HAM pada anggaran 2022.

Benny mengungkapkan itu saat Komisi III menggelar rapat kerja dengan pimpinan Polri, Kejagung, dan Kemenkumham di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (7/6).

Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamrnkumham) Edward Omar Sharif Hiariej menyebutkan bahwa rencana kerja instansi yang dipimpinnya fokus untuk memperbaiki fasilitas di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News